Danantara Targetkan Penyaluran KPR Rp200 Miliar per Bank BUMN di Housing Expo 2026
Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menargetkan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) sekitar Rp200 miliar dari masing-masing bank BUMN dalam Danantara Housing Expo 2026. Pameran perumahan tersebut akan digelar pada 27-30 Agustus 2026 dan menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan hunian.
Target penyaluran itu disampaikan Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto. Menurutnya, angka sekitar Rp200 miliar per bank merupakan perkiraan target yang juga diharapkan dapat dicapai oleh bank-bank lain yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara).
Target KPR Rp200 Miliar per Bank BUMN
Aris mengatakan target tersebut merupakan bagian dari strategi Himbara untuk memperluas akses pembiayaan perumahan melalui Danantara Housing Expo 2026. Ia menyebut penyaluran kredit dalam pameran ini tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian nilai kredit, tetapi juga pada upaya membangun ekosistem perumahan yang lebih terintegrasi.
“Kalau di target mungkin Rp200 miliar per Himbara kurang lebih seperti itu. Perkiraan saya bank-bank yang lain kurang lebih angka yang sama,” kata Aris dalam konferensi pers di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (21/8).
Ia menjelaskan, pameran tersebut mempertemukan sejumlah pihak yang berperan dalam sektor perumahan, mulai dari pengembang, perbankan, hingga perusahaan asuransi. Kolaborasi itu diharapkan dapat membuat proses akses hunian dan pembiayaan berjalan dalam satu ekosistem.
Penawaran KPR dengan DP Mulai 1 Persen
Untuk menarik minat masyarakat, pembiayaan yang ditawarkan selama Danantara Housing Expo memiliki sejumlah kemudahan. Calon pembeli rumah dapat memperoleh fasilitas uang muka atau down payment (DP) mulai 1 persen.
Selain itu, suku bunga yang ditawarkan bersifat berjenjang dengan tingkat awal mulai 2,75 persen. Pembiayaan juga tersedia dengan tenor hingga 30 tahun. Selama periode pameran, calon debitur turut mendapatkan pembebasan biaya provisi, appraisal, dan administrasi.
Skema Bunga Menyesuaikan Pendapatan
Aris menjelaskan skema bunga berjenjang dirancang agar cicilan dapat menyesuaikan dengan perkembangan pendapatan calon pembeli rumah. Dengan skema tersebut, pembiayaan diharapkan dapat mengikuti kemampuan finansial konsumen.
“Bunga berjenjang ini sebenarnya nasabah atau konsumen nanti akan bisa menyesuaikan dengan pendapatan dia yang dia isikan naik. Jadi kita mengikuti dengan pendapatan dari calon pembeli rumah ini nanti,” ujar Aris.
Program pembiayaan tersebut juga tidak terbatas bagi nasabah yang sudah memiliki hubungan dengan bank tertentu. Himbara dapat menawarkan pembiayaan kepada calon pembeli rumah yang sebelumnya belum menjadi nasabah bank terkait.
880 Unit Hunian Sudah Dipesan
Minat masyarakat terhadap Danantara Housing Expo 2026 disebut telah terlihat sejak masa pre-event. Senior Director Sector Specialist Property & Real Estate Danantara Asset Management Dian Takdir Badrsyah mengatakan sebanyak 880 unit hunian telah dipesan sebelum pameran resmi dimulai.
Nilai transaksi dari pemesanan tersebut tercatat lebih dari Rp500 miliar. Dian menilai angka itu menunjukkan animo masyarakat terhadap program pameran perumahan Danantara cukup baik.
“Transaksi kami sudah 880 unit sampai saat ini dan nilai rupiahnya sudah di atas Rp500 miliar. Jadi ini angka-angka yang sangat menarik yang terlihat bahwa animo masyarakat akan adanya Danantara Expo ini sangat baik,” kata Dian.
Tawarkan Lebih dari 130 Ribu Unit Hunian
Danantara Housing Expo 2026 akan menghadirkan lebih dari 130 ribu unit hunian yang berasal dari sekitar 130 pengembang. Pengembang yang berpartisipasi terdiri atas perusahaan BUMN dan swasta.
Dari total unit yang ditawarkan, sekitar 49 ribu unit diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hunian tersebut tersebar di wilayah Jawa dan luar Jawa.
Jenis hunian yang tersedia dalam pameran juga beragam. Masyarakat dapat menemukan rumah tapak, apartemen, hingga hunian dengan konsep transit oriented development (TOD).
Bagian dari Dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah
Danantara menyebut penyelenggaraan Housing Expo 2026 merupakan bagian dari dukungan ekosistem BUMN terhadap Program 3 Juta Rumah pemerintah. Melalui pameran ini, pengembang, perbankan, dan perusahaan asuransi diharapkan dapat bergerak bersama untuk memperluas pilihan hunian sekaligus akses pembiayaan bagi masyarakat.
Kesimpulan
Danantara menargetkan penyaluran KPR sekitar Rp200 miliar dari setiap bank BUMN selama Danantara Housing Expo 2026. Target tersebut didukung oleh berbagai kemudahan pembiayaan, seperti DP mulai 1 persen, bunga berjenjang mulai 2,75 persen, tenor hingga 30 tahun, serta pembebasan sejumlah biaya.
Dengan lebih dari 130 ribu unit hunian yang ditawarkan dan puluhan ribu unit untuk MBR, pameran ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah. Tingginya pemesanan pada masa pre-event juga menjadi indikasi awal bahwa kebutuhan dan minat terhadap hunian serta pembiayaan perumahan masih besar.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment