IHSG Diproyeksi Melemah pada Selasa, Investor Perlu Mencermati Area Support 6.290
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali melemah pada perdagangan Selasa (15/9). Sejumlah analis menilai indeks masih menghadapi risiko melanjutkan koreksi dalam jangka pendek setelah pada perdagangan sebelumnya gagal mempertahankan level tertentu. Meski demikian, peluang penguatan kembali atau rebound masih terbuka apabila IHSG mampu bertahan di atas area support penting.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan jual. Dalam skenario terburuk, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan dan menguji kembali area 6.290-6.370. Proyeksi tersebut didasarkan pada analisis teknikal terhadap posisi IHSG dalam struktur gelombang pergerakannya.
IHSG Berisiko Melanjutkan Koreksi
Herditya menyampaikan bahwa IHSG masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam dalam skenario terburuk. Kondisi tersebut membuat indeks saham gabungan masih rawan mengalami tekanan lanjutan dalam jangka pendek.
“Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam, sehingga masih rawan menguji kembali area 6.290-6.370,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Untuk perdagangan Selasa, Herditya memproyeksikan level support IHSG berada di 6.279 dan 6.201. Sementara itu, level resistance yang perlu dicermati berada di 6.585 dan 6.633. Pergerakan indeks terhadap level-level tersebut dapat menjadi perhatian pelaku pasar dalam melihat potensi arah IHSG berikutnya.
Saham Pilihan MNC Sekuritas
Dalam risetnya, Herditya turut menyebut sejumlah saham yang menjadi rekomendasi, yaitu PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Avia Avian Tbk (AVIA).
Peluang Rebound Masih Terbuka
Senada dengan Herditya, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG masih berisiko melanjutkan tren penurunan. Risiko tersebut muncul setelah indeks gagal bertahan di atas garis SMA-20 pada perdagangan Senin (14/9).
Namun, Ivan menyebut peluang rebound belum sepenuhnya tertutup. Penguatan kembali berpotensi terjadi apabila IHSG mampu bertahan di atas area support yang menjadi penyangga pergerakan indeks.
“Penurunan IHSG berpotensi menguji support klaster Fibonacci di 6.290 sekaligus garis SMA-60. Rebound berpeluang terjadi jika penutupan harian IHSG masih berada di atas kedua support tersebut,” ujar Ivan.
Ivan memperkirakan IHSG memiliki level support di 6.370, 6.290, dan 6.179. Di sisi lain, level resistance indeks berada di 6.752, 6.835, 6.916, dan 7.071. Level-level tersebut menjadi acuan teknikal untuk mencermati potensi pelemahan maupun pemulihan IHSG pada perdagangan hari ini.
Saham Pilihan Binaartha Sekuritas
Ivan juga merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
Kinerja IHSG pada Perdagangan Sebelumnya
Pada perdagangan Senin (14/9), IHSG ditutup di level 6.534. Indeks melemah 6,68 poin atau turun 0,1 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi perdagangan saham mencapai sekitar Rp17,91 triliun. Aktivitas tersebut melibatkan volume perdagangan sekitar 34,9 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,11 juta kali.
Pergerakan mayoritas saham pada penutupan perdagangan juga menunjukkan tekanan. Sebanyak 429 saham tercatat terkoreksi, sedangkan 219 saham menguat dan 141 saham lainnya stagnan.
Kesimpulan
IHSG masih menghadapi risiko pelemahan pada perdagangan Selasa (15/9), dengan area 6.290-6.370 menjadi zona penting yang perlu diperhatikan. Jika indeks mampu bertahan di atas support tersebut, peluang rebound masih terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level support dapat memperbesar risiko koreksi lanjutan.
Pelaku pasar dapat mencermati level support dan resistance yang disampaikan para analis, sekaligus memperhatikan perkembangan pergerakan saham-saham yang menjadi perhatian. Informasi ini bersifat analisis dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing pembaca.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment