LRT Jakarta Resmi Tersambung ke Manggarai, Ini Perjalanan Proyek hingga Rencana Ekspansi
LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu (16/9). Pengoperasian jalur baru ini menandai babak penting dalam pengembangan transportasi publik Ibu Kota setelah proyek tersebut berjalan selama sekitar satu dekade.
Jalur Kelapa Gading-Manggarai merupakan pengembangan dari layanan LRT Jakarta yang sebelumnya hanya melayani rute Pegangsaan Dua-Velodrome. Dengan tersambungnya jalur hingga Manggarai, panjang lintasan LRT Jakarta kini mencapai 12,2 kilometer dan melayani 11 stasiun.
Proyek ini diharapkan dapat memperkuat sistem transportasi publik Jakarta, meningkatkan konektivitas antarkawasan, serta mendukung mobilitas masyarakat. LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai ditargetkan mampu mengangkut hingga 80 ribu penumpang per hari, dengan kapasitas sekitar 270 penumpang dalam satu rangkaian kereta.
Awal Gagasan LRT Jakarta pada 2016
Pembangunan LRT Jakarta bermula dari gagasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah proyek monorel tidak berlanjut. Langkah awal pembangunan ditandai dengan peletakan tiang pancang pada 22 Juni 2016, bertepatan dengan peringatan HUT ke-489 DKI Jakarta.
Pada tahap pertama, Pemprov DKI memprioritaskan pembangunan rute Pegangsaan Dua-Velodrome sepanjang sekitar 5,8 kilometer. Jalur tersebut dibangun untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018.
Pembangunan dan Uji Operasi LRT Jakarta
Memasuki 2017 hingga 2018, pembangunan jalur layang LRT Jakarta terus dikebut. Namun, proses pembangunan sempat menghadapi sejumlah kecelakaan konstruksi.
Sejumlah Kendala dalam Pembangunan
Pada 17 Oktober 2017, portal gantry crane di Jalan Kelapa Nias Raya, Kelapa Gading, roboh ketika dilakukan uji angkat beban. Beberapa bulan kemudian, pada 22 Januari 2018, sebanyak 15 box girder proyek LRT di kawasan Kayu Putih, Rawamangun, roboh. Peristiwa tersebut menyebabkan lima pekerja mengalami luka ringan.
Setelah melalui proses pembangunan dan persiapan operasional, LRT Jakarta mulai menjalani uji operasi terbatas pada Agustus 2018. Saat itu, kereta beroperasi dengan kecepatan rata-rata 50 kilometer per jam dan dapat mencapai kecepatan maksimal 90 kilometer per jam.
Rute Pegangsaan Dua-Velodrome Beroperasi Komersial
Fase 1A LRT Jakarta dengan rute Pegangsaan Dua-Velodrome mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2019. Jalur sepanjang 5,8 kilometer tersebut memiliki enam stasiun, yaitu Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome.
Pada masa awal operasional komersial, layanan LRT Jakarta tersedia mulai pukul 05.30 WIB hingga 23.00 WIB. Tarif yang diberlakukan saat itu sebesar Rp5.000 untuk satu kali perjalanan.
Fase Velodrome-Manggarai Dimulai pada 2023
Pengembangan jaringan LRT Jakarta berlanjut melalui pembangunan fase Velodrome-Manggarai atau fase 1B. Pembangunan jalur tersebut dimulai pada 30 Oktober 2023.
Fase 1B memiliki panjang 6,4 kilometer dan mencakup lima stasiun baru. Kelima stasiun itu adalah Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai. Anggaran pembangunannya mencapai Rp5,5 triliun yang bersumber dari APBD DKI Jakarta.
LRT Jakarta Kini Tersambung hingga Manggarai
Pembangunan fase Velodrome-Manggarai terus dikebut hingga mendekati tahap penyelesaian. Hingga pekan keempat Juli 2026, progres proyek tercatat mencapai 97,99 persen.
Dengan rampungnya fase tersebut, total lintasan LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Manggarai menjadi 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Nilai investasi keseluruhan proyek mencapai Rp12,1 triliun.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa seluruh stasiun telah siap digunakan sebelum pengoperasian. Saat meninjau Stasiun LRT Manggarai pada Kamis (13/8), Pramono mengatakan, “LRT Jakarta yang panjangnya 12,2 kilometer, investasinya Rp12,1 triliun, berhenti di 11 stasiun dan semuanya sudah jadi. Tadi kami melakukan pengecekan. Semuanya sudah siap untuk dioperasikan.”
Dalam sambutannya saat peresmian, Pramono menyebut pembangunan LRT merupakan bagian dari upaya memperkuat transportasi publik Jakarta. Menurut dia, sistem transportasi yang lebih baik dan terintegrasi diharapkan dapat mendorong produktivitas serta perekonomian daerah.
“Salah satunya dengan membangun sistem transportasi yang lebih baik, terintegrasi dan sekaligus memunculkan produktivitas dan juga ekonomi yang lebih baik bagi Jakarta,” kata Pramono di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (16/9).
Pengembangan LRT Jakarta Akan Berlanjut
Pengoperasian LRT hingga Manggarai bukan menjadi tahap akhir pengembangan jaringan tersebut. Pemprov DKI Jakarta masih menyiapkan rencana perluasan jalur menuju kawasan Dukuh Atas.
Pramono mengatakan pemerintah Jakarta akan melanjutkan jalur LRT dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium atau JIS. Selain itu, jalur dari Velodrome juga direncanakan terhubung dengan kereta cepat.
Sebelumnya, Pramono menyebut pembangunan trase Manggarai-Dukuh Atas ditargetkan mulai pada 2027 dan rampung pada Agustus 2028. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas LRT Jakarta dengan simpul-simpul transportasi publik lainnya.
Kesimpulan
Peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai menandai tersambungnya jaringan LRT dari Pegangsaan Dua hingga salah satu kawasan transportasi penting di Jakarta. Setelah melalui proses pembangunan sejak 2016, jalur ini kini memiliki panjang total 12,2 kilometer, 11 stasiun, serta nilai investasi Rp12,1 triliun.
Ke depan, rencana pengembangan menuju JIS, Dukuh Atas, dan koneksi dengan kereta cepat diharapkan semakin memperluas pilihan transportasi publik bagi warga. Dengan jaringan yang lebih terintegrasi, LRT Jakarta diarahkan untuk memperkuat mobilitas masyarakat sekaligus mendukung produktivitas dan pertumbuhan ekonomi Ibu Kota.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment