Dukungan Keluarga dan Deteksi Dini Berperan Penting dalam Perjalanan Pasien Kanker

Kanker tidak hanya menjadi persoalan kesehatan bagi pasien, tetapi juga berdampak pada keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Diagnosis penyakit ini kerap menimbulkan tekanan psikologis yang berat, sehingga pasien membutuhkan dukungan emosional, informasi yang tepat, serta lingkungan yang mampu memberikan semangat selama menjalani pengobatan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia, Cosphiadi Irawan, mengatakan diagnosis kanker sering kali langsung memunculkan kekhawatiran besar dalam pikiran pasien maupun keluarga. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peluncuran Komunitas Harapan Indonesia yang bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Paru Sedunia 2026.

Diagnosis Kanker Dapat Menimbulkan Tekanan Psikologis

Cosphiadi menuturkan bahwa sebagian orang menganggap diagnosis kanker sebagai akhir dari segalanya. Menurut dia, tidak sedikit pasien yang langsung berpikir bahwa penyakit tersebut merupakan hukuman mati.

“Begitu seseorang didiagnosis kanker, yang terbersit dalam pemikirannya adalah bahwa ini hukuman mati,” kata Cosphiadi dalam keterangannya.

Tekanan psikologis tersebut tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga oleh keluarga yang mendampingi. Karena itu, keberadaan support system dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar dinilai penting untuk membantu pasien melewati masa sulit.

Dukungan yang diberikan diharapkan dapat membuat pasien melihat bahwa masih terdapat harapan dan pilihan dalam menjalani pengobatan. Pendampingan yang baik juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih suportif bagi pasien kanker.

Deteksi Dini Membuka Peluang Penanganan Lebih Baik

Selain dukungan psikologis, Cosphiadi menekankan pentingnya deteksi dan penanganan kanker sedini mungkin. Ia mengatakan kanker dapat disembuhkan apabila ditemukan pada stadium awal.

Sementara itu, pada kanker stadium lanjut, pengobatan dapat diarahkan untuk mencapai masa bebas progresi penyakit. Perkembangan pengobatan kanker juga mencakup beragam pilihan, antara lain terapi sistemik, terapi target, imunoterapi onkologi, hingga terapi sel.

Jangan Mengabaikan Gejala yang Menetap

Cosphiadi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang tidak kunjung membaik. Jika gejala berlangsung selama lebih dari tiga minggu, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh pemeriksaan lebih lanjut.

“Jika terdapat keluhan yang tidak kunjung membaik selama lebih dari tiga minggu, disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Langkah tersebut penting karena sejumlah gejala kanker dapat menyerupai gangguan kesehatan lain. Pemeriksaan oleh tenaga medis dibutuhkan untuk mengetahui penyebab keluhan sekaligus menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Penanganan Kanker Membutuhkan Kolaborasi

Presiden Direktur PT Etana Biotechnologies Indonesia, Nathan Tirtana, mengatakan penanganan kanker membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak dan tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan.

Menurut Nathan, pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, industri, komunitas pasien, serta masyarakat perlu bekerja sama untuk memberikan dukungan yang lebih luas kepada pasien kanker. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengembangan terapi berjalan seiring dengan perhatian terhadap kebutuhan pasien.

“Kami percaya bahwa menghadirkan inovasi di bidang kesehatan saja tidaklah cukup. Inovasi harus berjalan berdampingan dengan kepedulian, empati, dan kolaborasi,” kata Nathan.

Dukungan yang dibutuhkan pasien tidak hanya berkaitan dengan pengembangan terapi, tetapi juga penguatan komunitas pasien dan ekosistem kesehatan. Komunitas Harapan Indonesia mengusung semangat “Spread Hope” melalui berbagai kegiatan, seperti edukasi kesehatan, health talk, seminar, diskusi bersama tenaga kesehatan, serta aktivitas komunitas.

Informasi Tepercaya dan Dukungan Lingkungan

Perjalanan menghadapi kanker membutuhkan lebih dari sekadar pengobatan medis. Informasi kesehatan yang tepercaya, komunikasi yang baik dengan tenaga kesehatan, serta dukungan keluarga dan lingkungan dapat membantu pasien menjalani proses pengobatan.

Masyarakat yang mengalami gejala kesehatan menetap dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan tidak melakukan diagnosis sendiri. Semakin cepat keluhan diperiksa, semakin cepat pula penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi pasien.

Kesimpulan

Diagnosis kanker dapat memberikan tekanan besar bagi pasien dan keluarga. Namun, dukungan dari orang-orang terdekat, informasi yang tepat, serta akses terhadap pemeriksaan dan pengobatan dapat membantu pasien menghadapi perjalanan penyakit dengan lebih baik.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, industri, komunitas pasien, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Bersamaan dengan itu, kesadaran untuk memeriksakan gejala yang menetap juga penting agar kanker dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment