Fine Dining di Lantai 100 Jakarta, Akira Back Hadirkan Kuliner Jepang dengan Panorama Ibu Kota
Menikmati Jakarta pada malam hari dapat dilakukan dengan berbagai cara. Namun, menyaksikan gemerlap lampu gedung dari ketinggian 100 lantai menawarkan pengalaman yang berbeda. Pemandangan Ibu Kota dari atas kini menjadi bagian dari pengalaman bersantap melalui kehadiran Akira Back Jakarta di Autograph Tower, Thamrin Nine.
Restoran ini kembali hadir di Jakarta dengan konsep Jepang kontemporer yang dipadukan dengan pengaruh Korea dan Amerika. Selain menyajikan hidangan khas, Akira Back Jakarta juga menempatkan suasana, lokasi, serta panorama kota sebagai bagian penting dari pengalaman fine dining.
Akira Back Jakarta Berada di Lantai 100 Autograph Tower
Akira Back Jakarta menempati lantai 100 Autograph Tower, Thamrin Nine. Lokasi tersebut membuat pengunjung dapat menikmati pemandangan Jakarta dari ketinggian, terutama saat malam ketika lampu-lampu kota mulai menyala dan membentuk lanskap cahaya dari balik jendela restoran.
Kapasitas restoran sengaja dibuat terbatas, yakni hanya untuk 60 tamu. Sebanyak 52 kursi tersedia di ruang makan utama, sedangkan delapan tamu lainnya dapat menggunakan ruang privat. Jumlah tersebut membuat suasana restoran terasa lebih intim dan mendukung berbagai momen khusus.
Makan malam di tempat ini dapat menjadi bagian dari perayaan ulang tahun, hari jadi, lamaran, pertemuan keluarga, maupun kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat. Pengalaman tersebut sejalan dengan filosofi “Celebrate Life” yang diusung Akira Back Jakarta.
Menu Jepang dengan Pengaruh Korea dan Amerika
Meski pemandangan menjadi salah satu daya tarik utama, hidangan tetap memegang peranan penting dalam pengalaman bersantap. Menu yang ditawarkan menggunakan teknik kuliner Jepang dengan sentuhan pengaruh Korea. Pilihannya mencakup sushi, sashimi, seafood, serta hidangan yang dimasak menggunakan teknik robata.
Hidangan Khas Chef Akira Back
Salah satu menu yang menjadi bagian dari identitas kuliner Chef Akira Back adalah AB Tuna Pizza. Hidangan ini menggunakan adonan tipis dan renyah, kemudian dilengkapi umami aioli, micro shiso, serta white truffle oil.
Ada pula Kanpachi Goma yang memadukan Japanese kingfish dengan yuzu goma, citrus, dan herb oil. Perpaduan tersebut memperlihatkan karakter masakan Chef Akira Back yang menggabungkan teknik dan cita rasa dari berbagai latar kuliner.
Untuk pilihan hidangan utama, tersedia 48 Hour Short Rib yang melalui proses memasak panjang. Sementara itu, Wagyu & Eringii Hot Rock Ishiyaki menawarkan pengalaman bersantap yang berbeda. Daging dan jamur dimasak di atas batu panas langsung di hadapan tamu.
Akira Back Jakarta juga menghadirkan pilihan hidangan penutup yang tidak biasa. Truffle Ice Cream Pizza mengolah inspirasi pizza menjadi dessert dengan perpaduan rasa manis dan aroma truffle. Menu tersebut menegaskan pendekatan kuliner Chef Akira Back yang tidak terpaku pada satu tradisi makanan.
Perjalanan Kuliner Chef Akira Back
Karakter masakan Chef Akira Back tidak terlepas dari perjalanan hidup dan kariernya. Ia lahir di Seoul, Korea Selatan, lalu tumbuh besar di Aspen, Colorado. Sebelum beralih ke dunia kuliner, ia sempat menjalani profesi sebagai snowboarder profesional.
Kariernya di bidang kuliner berkembang di Amerika Serikat. Pada 2008, ia membuka Yellowtail di Bellagio, Las Vegas. Setelah itu, namanya berkembang melalui kehadiran restoran di sejumlah kota di dunia.
Pengalaman hidup di Korea Selatan, Amerika Serikat, serta berbagai perjalanan karier tersebut memengaruhi gaya memasaknya. Teknik Jepang berpadu dengan cita rasa Korea dan pengaruh dari Amerika Serikat, menghasilkan pendekatan kuliner yang khas.
Kembali ke Jakarta Setelah Lebih dari Satu Dekade
Jakarta bukan kota baru bagi Chef Akira Back. Restoran dengan namanya pertama kali hadir di Ibu Kota pada 2014. Kini, setelah lebih dari satu dekade, ia kembali dengan lokasi baru yang berada di titik tertinggi.
“Kembali ke Jakarta, dan kali ini berada di titik tertingginya, merupakan sebuah kehormatan. Kota ini selalu memiliki tempat yang istimewa di hati saya,” ujar Chef Akira Back, mengutip Detik Food.
Irawan Sukma Nugraha, Business Director Akira Back sekaligus Chief Strategic Officer Adhya Group, mengatakan kehadiran restoran tersebut ditujukan untuk membangun pengalaman jangka panjang.
“Kami hadir untuk membangun sesuatu yang berkelanjutan, bukan sekadar membuka restoran. Kami percaya penikmat kuliner di Indonesia tidak hanya mengharapkan, tetapi juga layak mendapatkan yang terbaik,” ujarnya.
Fine Dining sebagai Pengalaman Menyeluruh
Kehadiran restoran di lantai 100 menunjukkan bahwa pengalaman bersantap di Jakarta terus mengalami perkembangan. Hidangan memang tetap menjadi pertimbangan utama, tetapi desain ruang, suasana, pelayanan, lokasi, dan pemandangan turut membentuk kesan pengunjung.
Bagi tamu, makan malam di Akira Back Jakarta bukan hanya tentang hidangan yang tersaji di atas meja. Percakapan, perayaan, dan momen menikmati Jakarta dari sudut yang jarang terlihat sehari-hari juga menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
Pada akhirnya, lantai 100 menjadi lokasi yang memperkuat daya tarik restoran, sementara hidangan menjadi salah satu alasan pengunjung datang. Namun, perpaduan antara kuliner dan panorama kota berpotensi menciptakan kenangan yang lebih panjang, terutama ketika malam tiba dan Jakarta terlihat berbeda dari biasanya.
Konsep seperti ini memperlihatkan arah perkembangan fine dining di Ibu Kota. Pengalaman bersantap tidak lagi berdiri sendiri, melainkan hadir sebagai perpaduan antara rasa, suasana, dan momen. Ke depan, restoran dengan pendekatan serupa dapat semakin memperkaya pilihan wisata kuliner dan perayaan khusus di Jakarta.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment