Spanyol Diprediksi Salip Prancis sebagai Negara Paling Banyak Dikunjungi di Dunia pada 2040

Prancis hingga kini masih menempati posisi sebagai negara yang paling banyak dikunjungi wisatawan di dunia. Beragam daya tarik, mulai dari kastil-kastil bersejarah di Lembah Loire bagian barat, pantai-pantai cerah di wilayah selatan, hingga Menara Eiffel, membuat negara tersebut tetap menjadi tujuan favorit wisatawan internasional.

Akses menuju Prancis juga diperkirakan semakin mudah. Salah satunya melalui rencana operator kereta api Italia, Trenitalia, yang akan menghadirkan layanan langsung sebagai pesaing Eurostar pada rute London-Paris pada 2029. Meski demikian, dominasi Prancis dalam sektor pariwisata dunia mulai diperkirakan mengalami perubahan.

Berdasarkan prediksi tren terbaru, Spanyol berpeluang mengambil alih posisi Prancis sebagai negara yang paling banyak dikunjungi wisatawan di dunia. Studi gabungan Deloitte dan Google memproyeksikan perubahan tersebut dapat terjadi pada 2040.

Spanyol Diproyeksikan Terima 110 Juta Wisatawan

Seperti dilansir Time Out, Spanyol diperkirakan mampu menerima hingga 110 juta wisatawan setiap tahun pada 2040. Sementara itu, jumlah kunjungan ke Prancis diproyeksikan berada di kisaran 105 juta wisatawan per tahun.

Prediksi tersebut sebelumnya disusun berdasarkan data kunjungan wisatawan ke Spanyol pada 2023. Pada tahun itu, negara yang dikenal sebagai Negeri Matador tersebut menerima sekitar 84 juta wisatawan internasional dan masih berada di posisi kedua.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan pertumbuhan pariwisata Spanyol berlangsung cukup pesat. Berdasarkan data dari Institut Statistik Nasional Spanyol, negara tersebut mencatat rekor baru pada 2025 dengan menerima 97 juta wisatawan internasional.

Angka tersebut membuat proyeksi Spanyol untuk mencapai 110 juta wisatawan per tahun pada 2040 dinilai semakin memungkinkan. Dengan waktu sekitar 15 tahun untuk mencapai target tersebut, Spanyol dianggap sudah berada di jalur yang tepat untuk menyalip Prancis.

Prancis Masih Memimpin Jumlah Kunjungan

Di sisi lain, Prancis tetap menunjukkan performa kuat dalam sektor pariwisata. Pada 2025, Prancis menerima 102 juta wisatawan internasional. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai 100 juta wisatawan.

Peningkatan kunjungan pada 2024 terjadi ketika Prancis menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade musim panas. Selain memiliki berbagai destinasi populer, kemudahan akses juga menjadi salah satu faktor yang mendukung daya tarik Prancis sebagai tujuan wisata global.

Keberadaan kastil-kastil di Lembah Loire, kawasan pantai di wilayah selatan, serta Menara Eiffel menjadi bagian dari daya tarik utama negara tersebut. Rencana pembukaan layanan kereta langsung Trenitalia di rute London-Paris pada 2029 juga berpotensi menambah pilihan transportasi bagi wisatawan.

Daya Tarik Spanyol dan Tantangan Overtourism

Spanyol memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik bagi wisatawan. Negara tersebut dikenal memiliki sekitar 300 hari cerah dalam setahun. Selain itu, musim dinginnya cenderung lebih hangat dibandingkan sebagian besar wilayah Eropa utara.

Harga penerbangan menuju Spanyol yang relatif lebih murah juga menjadi faktor pendukung meningkatnya kunjungan wisatawan. Kombinasi cuaca, kondisi musim dingin, dan biaya perjalanan tersebut membuat Spanyol semakin kompetitif di antara destinasi wisata Eropa.

Meski pertumbuhan pariwisata membawa dampak positif, peningkatan jumlah wisatawan juga memunculkan persoalan overtourism atau kepadatan wisatawan yang berlebihan. Penduduk di Barcelona, Kepulauan Balearic, dan Kepulauan Canary mulai menyuarakan kekhawatiran terkait dampak kepadatan tersebut.

Mereka menilai lonjakan wisatawan membuat layanan publik semakin terbebani. Selain itu, biaya tempat tinggal juga mengalami peningkatan. Sejumlah wilayah bahkan telah menerapkan aturan yang lebih ketat sebagai respons terhadap kondisi tersebut.

Pengelolaan Pariwisata Menjadi Faktor Penentu

Prediksi mengenai 110 juta wisatawan per tahun pada 2040 menunjukkan besarnya potensi Spanyol dalam industri pariwisata global. Namun, pencapaian target tersebut tidak hanya bergantung pada jumlah wisatawan yang datang.

Spanyol juga perlu menghadapi tantangan dalam mengelola dampak pertumbuhan pariwisata. Kekhawatiran warga mengenai beban layanan publik, kepadatan destinasi, dan kenaikan biaya tempat tinggal menjadi isu yang perlu diperhatikan.

Kesimpulan

Prancis masih menjadi negara yang paling banyak dikunjungi wisatawan di dunia, dengan 102 juta kunjungan internasional pada 2025. Namun, pertumbuhan pesat pariwisata Spanyol membuat posisi tersebut berpotensi berubah pada 2040.

Spanyol diproyeksikan menerima 110 juta wisatawan setiap tahun, sedangkan Prancis diperkirakan mencapai sekitar 105 juta kunjungan. Meski peluang untuk menyalip Prancis semakin besar, Spanyol tetap menghadapi tantangan overtourism yang dapat memengaruhi keberlanjutan sektor pariwisatanya.

Ke depan, kemampuan Spanyol dalam mengelola kepadatan wisatawan dan dampaknya terhadap masyarakat akan menjadi faktor penting. Tanpa perubahan besar dalam pengelolaan pariwisata, target 110 juta wisatawan per tahun masih menjadi pertanyaan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment