Waspada, Kardus Bekas di Rumah Bisa Menjadi Tempat Persembunyian Kecoak
Kardus bekas belanja sering disimpan karena masih dianggap bermanfaat dan dapat digunakan kembali. Selain bisa didaur ulang, kardus juga kerap dipakai untuk menyimpan barang atau kebutuhan lain di rumah. Namun, kebiasaan menumpuk kardus sebaiknya mulai dipertimbangkan kembali. Pasalnya, kardus dapat menarik perhatian kecoak dan berpotensi menjadi tempat persembunyian hama tersebut.
Ketertarikan kecoak terhadap kardus bukan tanpa alasan. Bahan ini dapat menyediakan tempat berlindung, makanan, bahkan sumber air apabila berada dalam kondisi tertentu. Karena itu, tumpukan kardus yang dibiarkan terlalu lama, terutama di area rumah yang lembap atau jarang dibersihkan, bisa meningkatkan risiko munculnya kecoak.
Mengapa Kardus Disukai Kecoak?
Asisten profesor entomologi Louisiana State University, Aaron Ashbrook, mengatakan kardus sangat menarik bagi kecoak. Bahkan, para peneliti yang mempelajari kecoak menggunakan kardus sebagai tempat persembunyian serangga tersebut.
Meski demikian, tidak semua jenis kecoak memiliki kecenderungan yang sama untuk membuat tempat persembunyian di dalam kardus. Hal itu bergantung pada spesiesnya. Namun, kecoak yang sering ditemukan di rumah umumnya menyukai bahan yang memiliki karakteristik serupa dengan kardus.
Kardus Dapat Menjadi Sumber Makanan
Menurut Ashbrook, kardus bukan hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga dapat menjadi sumber makanan bagi kecoak. Serangga ini diketahui dapat memakan kardus. Kondisi tersebut membuat tumpukan kardus memiliki daya tarik tersendiri bagi kecoak, terutama jika dibiarkan dalam waktu lama.
Kardus yang basah juga dapat memberikan keuntungan lain bagi kecoak. Ketika kardus berada dalam kondisi lembap atau terkena air, kecoak bisa mendapatkan makanan dan air dari tempat yang sama. Oleh sebab itu, kardus yang disimpan di area basah perlu mendapat perhatian lebih.
Bau Feromon Dapat Menarik Kecoak Lain
Selain kandungan dan kondisi materialnya, kardus juga dapat menjadi media yang menarik kecoak lainnya. Kecoak dapat menyerap bau feromon kecoak. Bau tersebut kemudian membuat kardus semakin menarik bagi kecoak lain yang berada di sekitarnya.
Situasi ini dapat menjadi masalah apabila kardus dibiarkan menumpuk tanpa pemeriksaan. Tumpukan yang tidak pernah dipindahkan atau dibersihkan berpotensi menyediakan ruang bagi kecoak untuk bersembunyi dan bertahan di dalam rumah.
Kardus Bergelombang Lebih Berisiko
Tekstur kardus juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Ahli pengendalian hama dari Cornell University, Matt Frye, menjelaskan bahwa kardus bergelombang lebih berpotensi digunakan sebagai tempat persembunyian kecoak.
Kardus jenis ini memiliki tonjolan dan lekukan di antara lapisannya. Ruang-ruang tersebut terdapat pada sebagian besar kardus yang digunakan untuk paket belanja dan dinilai cukup bagi kecoak untuk hidup. Struktur berlapis itu membuat kecoak lebih mudah bersembunyi dibandingkan pada permukaan kardus yang rata.
Rumah Perkotaan Lebih Rentan Menghadapi Hama
Hunian yang berada di tengah kawasan perkotaan dapat lebih rentan menghadapi hama, termasuk kecoak. Kondisi ini berkaitan dengan keberadaan saluran pembuangan, saluran utilitas, serta dinding yang digunakan bersama.
Menutup celah dan retakan pada rumah memang dapat dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan. Namun, langkah tersebut tidak selalu menjamin kecoak tidak dapat masuk ke dalam hunian. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara lebih menyeluruh.
Cara Mengurangi Risiko Kecoak dari Tumpukan Kardus
Matt Frye menyarankan penghuni rumah untuk memeriksa tumpukan kardus secara teratur. Kardus tidak sebaiknya dibiarkan berada di satu tempat selamanya. Jika sudah tidak diperlukan, tumpukan kardus perlu segera disingkirkan agar tidak menjadi tempat persembunyian kecoak.
Insektisida juga dapat disemprotkan pada titik masuk rumah sebagai langkah pencegahan. Selain itu, kebersihan rumah perlu dijaga secara rutin. Makanan harus disimpan dengan benar, sedangkan sampah sebaiknya dibuang secara teratur.
Kecoak dapat tertarik pada bahan yang membusuk dan aroma makanan yang umumnya ditemukan di dapur. Oleh karena itu, area dapur dan tempat penyimpanan makanan perlu diperhatikan agar tidak menjadi sumber daya tarik bagi hama tersebut.
Kesimpulan
Kardus memang dapat didaur ulang dan digunakan kembali, tetapi penyimpanannya perlu dilakukan dengan bijak. Bahan ini dapat menjadi sumber makanan, air, sekaligus tempat persembunyian bagi kecoak, terutama jika kardus dalam kondisi basah, bergelombang, atau ditumpuk terlalu lama.
Mulai sekarang, periksa kardus secara berkala dan jangan biarkan tumpukannya berada di rumah tanpa batas waktu. Dengan menjaga kebersihan, menyimpan makanan secara tepat, membuang sampah secara rutin, serta memperhatikan titik masuk rumah, risiko kardus menjadi tempat persembunyian kecoak dapat ditekan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment