Kuasa Hukum Pastikan Kondisi Sarwendah Stabil di Tengah Gugatan Hak Asuh Anak Ruben Onsu

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, memastikan kondisi fisik dan mental kliennya tetap sehat serta stabil di tengah proses gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben Onsu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Menurut Chris, Sarwendah mampu menghadapi tekanan hukum dan sorotan publik karena memperoleh dukungan dari keluarga serta sahabat-sahabat terdekatnya.

Perkara tersebut menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan hak asuh dan akses pertemuan terhadap anak-anak Sarwendah dan Ruben Onsu. Proses hukum kini masih berjalan setelah upaya mediasi antara kedua pihak tidak menghasilkan kesepakatan.

Kondisi Sarwendah Disebut Tetap Sehat

Chris Sam Siwu menyampaikan bahwa Sarwendah berada dalam keadaan normal, baik secara fisik maupun mental. Ia menyebut dukungan moral dari keluarga dan orang-orang terdekat menjadi salah satu faktor penting yang membantu Sarwendah melewati proses hukum tersebut.

“Normal, sehat semua, mental fisik sehat karena di-support sama keluarga dan kawan-kawannya,” kata Chris saat memberikan keterangan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9).

Selain menyampaikan kondisi Sarwendah, Chris juga menilai kemampuan kedua pihak untuk menjaga kestabilan emosi sangat penting selama perkara berlangsung. Menurutnya, Sarwendah maupun Ruben perlu tetap berada dalam kondisi psikologis yang baik agar dapat menghadapi proses hukum secara lebih tenang.

Dukungan Keluarga dan Sahabat Dinilai Penting

Chris mengatakan dukungan dari lingkungan terdekat dapat membantu Sarwendah menghadapi tekanan akibat perkara yang menyangkut persoalan keluarga. Ia juga menilai kondisi psikologis yang tetap terjaga merupakan hal positif bagi kedua pihak di tengah perhatian publik yang besar.

“Mungkin klien kami tidak sakit secara psikis aja udah bagus. Ruben tidak sakit secara psikis sekarang menghadapi masalah ini itu bagus,” ujar Chris, seperti diberitakan detikcom, Senin (21/9).

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menegaskan bahwa proses hukum yang sedang berlangsung tidak membuat Sarwendah kehilangan kendali atas kondisi dirinya. Meski demikian, perkara ini tetap menjadi persoalan serius karena berkaitan dengan hubungan orang tua dan anak.

Persidangan Sempat Mengalami Penundaan

Dalam kesempatan yang sama, Chris mengungkapkan bahwa agenda persidangan sempat tertunda selama satu pekan. Penundaan itu terjadi karena pihak Ruben Onsu selaku penggugat meminta tambahan waktu untuk menyusun berkas replik atas tanggapan yang telah disampaikan Sarwendah.

Agenda sidang jawaban kemudian dijadwalkan ulang pada 23 September. Setelah itu, proses persidangan akan dilanjutkan dengan penyampaian duplik dari pihak Sarwendah. Tahapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Karena perkara keluarga tersebut berlangsung secara tertutup, Chris mengimbau masyarakat agar tidak memperkeruh situasi dengan menyebarkan spekulasi di luar proses hukum. Ia menegaskan bahwa seluruh materi pembuktian mengenai hak asuh anak semestinya diuji di hadapan majelis hakim.

“Persidangan sifatnya tertutup, kita sudahi lah yang sudah kemarin ya sudah lah ya,” tegas Chris.

Awal Mula Gugatan Hak Asuh Anak

Permasalahan ini bermula ketika Ruben Onsu merasa kesulitan untuk bertemu dengan anak-anaknya setelah resmi bercerai dari Sarwendah pada 24 September 2024. Ruben kemudian mengajukan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 1 Juli.

Persoalan tersebut kemudian berkembang ke sejumlah aspek lain, terutama setelah proses mediasi tidak menemukan titik temu. Perbedaan pandangan mengenai hak asuh dan akses pertemuan dengan anak-anak menjadi salah satu pokok persoalan dalam perkara ini.

Selain itu, terdapat pula isu lain yang ikut disoroti oleh masing-masing pihak, termasuk persoalan finansial dan kesehatan. Berbagai hal tersebut menjadi bagian dari dinamika perkara yang kini masih diperiksa melalui jalur hukum.

Respons atas Isu Kesehatan Ruben

Terkait rumor mengenai kondisi kesehatan Ruben, Minola sebelumnya memberikan tanggapan terhadap dokumen pemeriksaan kesehatan yang beredar. Ketika ditanya mengenai perbedaan tanggal lahir dalam dokumen tersebut, Minola menegaskan bahwa dokumen yang ditunjukkan merupakan dokumen yang diberikan Ruben kepadanya.

Kesimpulan

Kuasa hukum memastikan Sarwendah tetap berada dalam kondisi fisik dan mental yang sehat selama menghadapi gugatan hak asuh anak dari Ruben Onsu. Dukungan keluarga dan sahabat disebut membantu Sarwendah tetap tegar di tengah proses hukum serta sorotan publik.

Persidangan yang sempat tertunda akan kembali dilanjutkan dengan agenda jawaban pada 23 September dan penyampaian duplik dari pihak Sarwendah. Karena perkara ini berlangsung secara tertutup, perkembangan selanjutnya diharapkan tetap mengikuti jalur hukum dan tidak dipengaruhi oleh spekulasi yang belum teruji.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment