AS Batasi Perjalanan dan Belanja Delegasi Iran Saat Hadiri Sidang Umum PBB

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan pembatasan ketat terhadap delegasi Iran yang akan menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) di New York. Selain membatasi jumlah anggota delegasi yang diizinkan masuk ke wilayah Amerika Serikat, Washington juga melarang perwakilan Iran bepergian di luar perimeter yang telah ditentukan.

Delegasi Iran juga tidak diperbolehkan membeli sejumlah barang selama berada di New York, terutama barang-barang mewah. Kebijakan tersebut diterapkan ketika Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dijadwalkan hadir dalam rangkaian High Level Week Majelis Umum PBB ke-81 pada 22-28 September.

Delegasi Inti Iran Tetap Mendapat Visa

Pihak berwenang Amerika Serikat telah memberikan visa kepada delegasi inti Iran. Dengan demikian, sejumlah pejabat utama Teheran tetap dapat menghadiri agenda diplomatik tahunan yang mempertemukan para pemimpin dan perwakilan negara-negara anggota PBB.

Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi termasuk di antara pejabat Iran yang diperbolehkan hadir. Namun, izin tersebut tidak berlaku tanpa pembatasan. Kementerian Luar Negeri AS menyatakan jumlah delegasi Iran yang dapat memasuki Amerika Serikat tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

Seorang juru bicara Kemlu AS mengatakan kepada BBC bahwa para delegasi Iran akan menghadapi aturan perjalanan yang lebih ketat. Mereka juga dilarang membeli barang-barang mewah dan sejumlah barang lain sesuai kebijakan yang berlaku di Amerika Serikat.

Pembatasan Perjalanan dan Larangan Belanja

Selama berada di New York, delegasi Iran diwajibkan tetap berada dalam perimeter yang telah ditetapkan. Mereka tidak dapat bepergian ke luar zona tersebut tanpa mengikuti prosedur dan ketentuan yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Selain pembatasan pergerakan, Washington juga memperketat aturan pembelian. Delegasi Teheran dilarang membeli barang mewah serta beberapa jenis barang lainnya. Kebijakan ini disebut lebih ketat dibandingkan aturan yang diterapkan pada tahun lalu.

Aturan pada Tahun Sebelumnya

Pada tahun sebelumnya, delegasi Iran dan para pendampingnya masih dapat membeli barang mewah dengan nilai tertentu. Namun, mereka diwajibkan meminta izin apabila transaksi tersebut bernilai lebih dari US$1.000 atau sekitar Rp17 juta.

Persetujuan juga diperlukan ketika delegasi Iran hendak berbelanja di sejumlah jaringan toko besar, seperti Costco, Sam’s Club, dan BJ’s. Selain itu, pergerakan mereka di New York turut dibatasi. Delegasi harus memperoleh persetujuan terlebih dahulu apabila ingin meninggalkan zona yang telah ditetapkan.

Prosedur tersebut membuat sejumlah kegiatan diplomatik yang melibatkan perwakilan Iran sulit diikuti. Tahun ini, pemerintah Amerika Serikat menyatakan pembatasan akan diterapkan dengan cakupan yang lebih ketat, termasuk melalui pengurangan jumlah delegasi yang diizinkan datang.

Alasan Pemerintah AS Memberlakukan Kebijakan

Juru bicara Kemlu AS Tommy Pigott menyampaikan alasan kebijakan tersebut melalui unggahan di media sosial X. Menurut dia, pembatasan diberlakukan untuk mencegah pejabat Iran melakukan belanja besar-besaran ketika masyarakat di Teheran menghadapi berbagai persoalan.

Pigott menyebut kekurangan air dan listrik, penindasan, serta inflasi tajam sebagai kondisi yang sedang dihadapi rakyat Iran. Ia menilai Sidang Umum PBB tidak boleh dimanfaatkan oleh elite Iran untuk melakukan kegiatan belanja mewah.

“Kita tidak akan membiarkan elite rezim Iran mengeksploitasi Sidang Umum PBB untuk pesta belanja mewah yang dibiayai oleh penderitaan rakyat Iran, sementara rezim tersebut menyalurkan kekayaan Iran untuk mendukung proksi terorisnya,” tulis Pigott.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembatasan terhadap delegasi Iran tidak hanya berkaitan dengan aturan administratif selama pelaksanaan sidang. Kebijakan itu juga menjadi bagian dari sikap politik Washington terhadap pemerintahan Teheran, terutama di tengah perang yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran sejak pecah pada Februari lalu.

Agenda Sidang Umum PBB ke-81

Sidang Majelis Umum PBB ke-81 sedang berlangsung, dengan Debat Umum sebagai agenda utama. Debat tersebut dijadwalkan dimulai pada Selasa, 22 September.

Sejumlah pemimpin dunia dijadwalkan menyampaikan pidato pada hari pertama, termasuk Presiden Donald Trump, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sementara itu, pada Rabu, agenda pidato diperkirakan akan diisi oleh para pemimpin Ukraina, Suriah, dan Iran.

Kesimpulan

Pemerintah Amerika Serikat memberikan visa kepada delegasi inti Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, untuk menghadiri Sidang Umum PBB. Namun, Washington memangkas jumlah delegasi yang diizinkan masuk serta memberlakukan larangan bepergian di luar perimeter dan pembatasan pembelian barang.

Aturan tersebut menjadi lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya, ketika delegasi Iran masih dapat membeli barang mewah dengan izin tertentu. Dengan berlangsungnya agenda SMU PBB ke-81, kebijakan ini berpotensi menjadi sorotan dalam hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Iran, terutama karena kedua negara masih berada dalam situasi konflik.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment