Ilmuwan Penemu Susu Kecoa Raih Ig Nobel Kimia, Energinya Tiga Kali Lebih Tinggi dari Susu Sapi
Ilmuwan yang meneliti susu kecoa berhasil meraih penghargaan Ig Nobel Kimia dalam ajang Ig Nobel ke-36 yang digelar di Swiss pada Kamis (3/9). Penghargaan tersebut diberikan atas penelitian mengenai kandungan energi dalam cairan mirip susu yang dihasilkan kecoa kumbang Pasifik atau Diploptera punctata.
Penelitian itu menarik perhatian karena menemukan bahwa kristal susu kecoa memiliki kandungan energi yang sangat tinggi. Bahkan, energi dalam satu kristal tersebut disebut dapat mencapai lebih dari tiga kali lipat dibandingkan energi dalam susu sapi dengan ukuran yang setara.
Ig Nobel merupakan penghargaan yang diberikan kepada penelitian yang pada awalnya membuat orang tertawa, tetapi kemudian mendorong masyarakat untuk berpikir. Pada tahun ini, penyelenggara memberikan 10 penghargaan dengan tema utama “jamur”. Salah satu penghargaan diberikan kepada kelompok peneliti internasional yang mengkaji struktur dan kandungan susu dari D. punctata.
Mengenal Susu dari Kecoa Diploptera punctata
Diploptera punctata merupakan salah satu dari sedikit spesies kecoa yang menghasilkan cairan mirip susu untuk memberi nutrisi kepada anak-anaknya. Cairan tersebut memiliki fungsi penting dalam mendukung pertumbuhan embrio sebelum berkembang menjadi kecoa dewasa.
Mekanisme pemberian nutrisi pada kecoa ini berbeda dari mamalia. Mamalia memberikan susu kepada anaknya melalui kelenjar susu, sedangkan D. punctata menyimpan cairan kaya nutrisi di dalam kantung induknya. Kantung tersebut menjadi tempat embrio berkembang sekaligus mengonsumsi cairan nutrisi yang tersedia.
Cairan Nutrisi Disimpan dalam Bentuk Kristal
Setelah dikonsumsi oleh embrio, cairan tersebut mengalami proses pemekatan di dalam usus embrio. Proses itu kemudian menghasilkan kristal-kristal kecil yang mengandung berbagai zat penting, termasuk protein, karbohidrat, dan lipid.
Kandungan di dalam kristal tersebut tidak selalu sama. Komposisinya dapat berbeda-beda, tetapi secara umum kristal itu menyimpan nutrisi dalam jumlah tinggi. Kondisi tersebut membuatnya berperan sebagai sumber makanan yang mendukung pertumbuhan embrio kecoa.
Peneliti Menguji Struktur dan Kandungan Kristal
Untuk memahami lebih jauh karakteristik susu kecoa, para peneliti mempelajari kristal protein berukuran lebih besar yang berhasil diisolasi dari usus tengah embrio D. punctata. Mereka melakukan pengujian terhadap struktur serta kandungan kristal tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa kristal susu kecoa mampu menyimpan nutrisi dalam jumlah besar. Kemampuan itu membuat nutrisi di dalamnya dapat tersedia secara stabil bagi embrio. Dengan demikian, embrio memperoleh sumber makanan yang dibutuhkan selama proses perkembangannya.
Temuan tersebut menjadi dasar pemberian Ig Nobel Kimia kepada kelompok peneliti internasional. Penghargaan itu tidak hanya menyoroti keunikan objek penelitian, tetapi juga menunjukkan bahwa fenomena biologis yang tidak biasa dapat memberikan informasi penting mengenai cara organisme menyimpan dan menggunakan nutrisi.
Energi Kristal Susu Kecoa Lebih Tinggi
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan membandingkan kandungan energi kristal susu kecoa dengan susu sapi. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa satu kristal susu kecoa dapat mengandung energi lebih dari tiga kali lipat dibandingkan jumlah susu sapi dengan ukuran yang setara.
Kandungan energi yang tinggi itu menjadikan susu berbentuk kristal sebagai sumber makanan yang stabil bagi embrio kecoa. Nutrisi yang tersimpan di dalamnya membantu menyediakan energi untuk mendukung pertumbuhan embrio selama berada di dalam kantung induknya.
Hasil penelitian ini juga memperlihatkan bahwa susu kecoa tidak sekadar cairan biasa. Setelah dikonsumsi embrio dan terkonsentrasi di dalam usus, cairan tersebut berubah menjadi kristal yang memiliki kandungan protein, karbohidrat, dan lipid. Struktur itu memungkinkan nutrisi tersimpan dalam bentuk yang kaya energi.
Kesimpulan
Penghargaan Ig Nobel Kimia yang diraih ilmuwan penemu susu kecoa menyoroti keunikan sekaligus nilai ilmiah dari penelitian terhadap Diploptera punctata. Spesies kecoa tersebut menghasilkan cairan mirip susu yang dikonsumsi embrio dan kemudian terkonsentrasi menjadi kristal kaya nutrisi.
Kristal tersebut mengandung protein, karbohidrat, dan lipid, serta memiliki energi lebih dari tiga kali lipat dibandingkan susu sapi dalam ukuran setara. Temuan ini menunjukkan bahwa susu kristal memiliki peran penting sebagai sumber makanan stabil bagi embrio kecoa.
Ke depan, penelitian mengenai struktur dan kandungan kristal tersebut dapat terus menjadi bahan untuk memahami lebih dalam mekanisme penyimpanan nutrisi pada kecoa. Meski berawal dari objek yang terdengar tidak biasa, penelitian ini membuktikan bahwa hal yang mengundang tawa juga dapat mendorong pertanyaan dan pemikiran ilmiah yang lebih luas.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment