Misi Pencari Fakta PBB Nilai Dua Serangan AS ke Iran sebagai Kejahatan Perang

JAKARTA – Misi Pencari Fakta Internasional Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat diduga melakukan kejahatan perang melalui serangan militer ke sejumlah lokasi di Iran. Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Februari dan menjadi bagian dari rangkaian konflik yang masih berlangsung hingga saat ini.

Dalam hasil penyelidikan yang disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, tim pencari fakta menyoroti sedikitnya dua serangan yang dinilai memenuhi kriteria kejahatan perang. Kedua serangan tersebut menyasar sebuah sekolah dasar di Minab serta kompleks olahraga di Lamerd, Provinsi Fars.

PBB Soroti Dua Serangan AS di Iran

The Independent International Fact-Finding Mission on the Islamic Republic of Iran menyimpulkan terdapat alasan yang kuat untuk meyakini bahwa Amerika Serikat melakukan serangan secara serampangan di Iran. Kesimpulan itu diperoleh setelah proses penyelidikan yang berlangsung selama beberapa bulan.

Dikutip dari Al Jazeera, misi pencari fakta PBB menyusun laporan berdasarkan sejumlah sumber dan metode verifikasi. Tim penyelidik menggunakan citra satelit, video yang telah diverifikasi, analisis persenjataan, kesaksian dari sumber-sumber di Iran, serta informasi dari organisasi independen.

Penyelidikan tersebut dilakukan meskipun Israel dan Amerika Serikat tidak memberikan akses kepada personel militer mereka. Kedua negara itu juga disebut tidak memberikan tanggapan terhadap permintaan informasi maupun konfirmasi yang diajukan oleh tim penyelidik PBB.

Serangan ke Sekolah Dasar di Minab

Salah satu insiden yang menjadi perhatian utama adalah serangan terhadap sebuah sekolah dasar di Minab. Peristiwa tersebut terjadi pada hari pertama pecahnya perang, ketika militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke fasilitas angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.

Fasilitas militer itu berada hanya sekitar 72 meter dari sekolah dasar yang turut terkena dampak serangan. Berdasarkan laporan misi pencari fakta PBB, serangan tersebut menewaskan 156 orang. Korban terdiri atas 120 murid dan 26 guru perempuan.

Tim pencari fakta menilai keberadaan warga sipil di sekitar lokasi semestinya dapat terlihat oleh pihak militer. Dalam laporan tersebut, misi menyatakan bahwa militer Amerika Serikat gagal memenuhi kewajibannya untuk memverifikasi apakah lokasi yang diserang benar-benar merupakan sasaran militer.

Kegagalan Memastikan Sasaran Militer

Menurut misi PBB, aspek penting dalam penyelidikan adalah memastikan apakah suatu objek yang menjadi sasaran serangan benar-benar memiliki status militer. Keberadaan sekolah dan warga sipil di sekitar fasilitas angkatan laut IRGC menjadi salah satu dasar penilaian tim terhadap serangan di Minab.

Kesimpulan tersebut disusun berdasarkan bukti yang dikumpulkan dari berbagai sumber, bukan berdasarkan akses langsung terhadap personel atau dokumen militer Amerika Serikat. Karena itu, laporan tersebut menekankan hasil analisis atas materi visual, data satelit, analisis senjata, serta kesaksian yang tersedia.

Serangan ke Kompleks Olahraga di Lamerd

Serangan kedua terjadi pada hari yang sama di Shahid Haj Khalil Naimi Cultural and Sport Complex, sebuah kompleks olahraga yang berada di Lamerd, Provinsi Fars. Serangan tersebut juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka dalam jumlah besar.

Sebanyak 22 orang dilaporkan tewas dalam serangan itu, termasuk empat anak. Selain itu, sedikitnya 100 orang mengalami luka-luka. Data korban tersebut menjadi bagian dari temuan yang disampaikan misi pencari fakta PBB kepada Dewan HAM PBB.

Dengan adanya korban anak-anak dan warga sipil, serangan terhadap kompleks olahraga tersebut turut dinilai oleh tim penyelidik dalam konteks dugaan serangan yang dilakukan secara serampangan. Namun, laporan yang disampaikan dalam materi ini tidak memuat tanggapan dari pihak Amerika Serikat mengenai tuduhan tersebut.

Temuan Diserahkan kepada Dewan HAM PBB

Hasil penyelidikan misi pencari fakta PBB telah diserahkan kepada Dewan HAM PBB. Laporan itu diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menilai dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional selama konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Untuk saat ini, temuan tersebut menunjukkan adanya dugaan serius terkait serangan terhadap lokasi yang berada dekat dengan penduduk sipil. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada pembahasan di lingkungan Dewan HAM PBB serta respons dari pihak-pihak yang disebut dalam laporan.

Kesimpulan

Misi Pencari Fakta Internasional Independen PBB untuk Iran menilai sedikitnya dua serangan Amerika Serikat di Minab dan Lamerd masuk dalam kriteria dugaan kejahatan perang. Serangan di Minab menewaskan 156 orang, termasuk murid dan guru, sedangkan serangan di Lamerd menyebabkan 22 orang meninggal dunia dan sedikitnya 100 orang terluka.

Temuan tersebut disusun melalui analisis citra satelit, video terverifikasi, analisis senjata, serta kesaksian dari berbagai sumber, meskipun tim penyelidik tidak memperoleh akses maupun tanggapan dari Amerika Serikat. Ke depan, perhatian akan tertuju pada tindak lanjut Dewan HAM PBB terhadap laporan tersebut dan kemungkinan respons resmi dari pihak-pihak terkait.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment