Netanyahu Kembali Janjikan Penggulingan Rezim Iran dan Kekalahan Hamas serta Hizbullah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menyampaikan janji untuk menggulingkan rezim Iran serta mengalahkan Hamas dan Hizbullah. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Israel masih terlibat dalam konflik dengan sejumlah kelompok dan menghadapi ketegangan dengan Iran.

Netanyahu menyampaikan sikap itu dalam upacara penghargaan bagi badan intelijen Israel, Shin Bet, yang berlangsung di kediaman Presiden Isaac Herzog pada Kamis (17/9). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa Israel akan terus menghadapi pihak-pihak yang dianggapnya sebagai ancaman terhadap negara dan rakyat Israel.

Netanyahu Janjikan Kekalahan Hamas dan Hizbullah

Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan Israel akan mengalahkan Hamas dan rezim Iran. Ia juga menyatakan bahwa Israel akan “menangani Hizbullah”, tanpa merinci lebih lanjut mengenai langkah yang akan ditempuh terhadap kelompok tersebut.

Pernyataan itu disampaikan di tengah berlanjutnya konflik Israel dengan sejumlah kelompok. Netanyahu berulang kali menempatkan Hamas, Hizbullah, dan Iran sebagai bagian dari ancaman yang harus dihadapi Israel.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Israel masih berupaya mencapai tujuan yang telah dicanangkan. Menurut Netanyahu, Israel akan terus mengejar pihak-pihak yang disebutnya bertanggung jawab atas serangan dan kematian warga Israel.

Singgung Serangan Hamas pada 7 Oktober 2023

Netanyahu juga menyinggung serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang kemudian memicu perang di Jalur Gaza. Ia mengatakan Israel sedang menyelesaikan perhitungan dengan pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian warga Israel dalam serangan tersebut.

“Kita sedang menyelesaikan perhitungan dengan para pembunuh yang membunuh rakyat kita, putri-putri kita, perempuan-perempuan kita, dan anak-anak kita pada tanggal 7 Oktober,” kata Netanyahu, seperti dikutip dari Azer News.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa serangan 7 Oktober masih menjadi salah satu dasar utama dalam narasi pemerintah Israel terkait operasi militernya terhadap Hamas. Netanyahu menggambarkan langkah Israel sebagai upaya untuk mengejar pihak yang disebutnya terlibat dalam pembunuhan warga Israel.

Klaim Netanyahu tentang Kondisi Hamas

Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu menyampaikan klaim mengenai kondisi Hamas. Ia mengatakan bahwa tidak banyak yang tersisa dari kelompok tersebut karena Israel sedang menghadapi dan menekan mereka.

“Tidak banyak yang tersisa karena kita sedang berurusan dengan mereka,” ujar Netanyahu ketika membahas Hamas. Klaim itu disampaikan sebagai bagian dari penegasan bahwa Israel masih melanjutkan upaya untuk mengalahkan kelompok tersebut.

Israel Disebut Dekat Mengakhiri Rezim Iran

Selain Hamas dan Hizbullah, Netanyahu kembali menyoroti Iran. Pada awal September, ia juga pernah mengatakan bahwa Israel “sangat dekat” untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai “rezim teroris” Iran.

Menurut Netanyahu, berakhirnya rezim Iran akan berdampak luas terhadap kelompok-kelompok yang berada dalam poros yang sama. Ia menyatakan bahwa apabila rezim tersebut berakhir, “seluruh poros tersebut pada akhirnya akan runtuh.”

Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana Netanyahu menghubungkan konflik Israel dengan Hamas dan Hizbullah dengan ketegangan yang dihadapi Israel bersama Iran. Ia menilai perubahan di Iran dapat memengaruhi keberadaan dan kekuatan kelompok-kelompok yang disebutnya berada dalam poros tersebut.

Konflik Masih Berlanjut

Janji Netanyahu untuk menggulingkan rezim Iran serta mengalahkan Hamas dan Hizbullah disampaikan saat konflik dan ketegangan di kawasan masih berlangsung. Namun, dalam pernyataan yang dikutip, ia tidak memberikan rincian mengenai batas waktu atau strategi khusus untuk mencapai tujuan tersebut.

Ke depan, arah konflik akan terus menjadi perhatian, terutama terkait upaya Israel menghadapi Hamas, Hizbullah, dan Iran. Pernyataan Netanyahu menunjukkan bahwa pemerintah Israel masih mempertahankan sikap tegas terhadap ketiga pihak tersebut serta menempatkan kekalahan mereka sebagai sasaran utama.

Kesimpulan

Benjamin Netanyahu kembali menegaskan ambisinya untuk menggulingkan rezim Iran, mengalahkan Hamas, dan menangani Hizbullah. Dalam pidatonya pada upacara penghargaan untuk Shin Bet, ia juga mengaitkan langkah Israel dengan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 serta menyatakan bahwa proses “perhitungan” terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab masih berlangsung.

Netanyahu turut mengklaim bahwa Hamas telah mengalami tekanan besar dan menyebut Israel sangat dekat untuk mengakhiri rezim Iran. Meski demikian, ia belum memaparkan rincian mengenai langkah maupun waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Perkembangan konflik selanjutnya akan menunjukkan sejauh mana janji dan target yang disampaikan Netanyahu dapat diwujudkan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment