Presiden Iran Masoud Pezeshkian Siapkan Pidato Tegas di Sidang Umum PBB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan akan menggunakan kesempatan berbicara dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) untuk menegaskan sikap negaranya terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi. Ia berencana menyampaikan kondisi Iran kepada masyarakat internasional sekaligus memberikan pesan tegas kepada negara-negara yang dianggap sebagai pihak yang memusuhi Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam konferensi pers pada Selasa (22/9), sebagaimana dikutip Tasnim News Agency dan AFP. Dalam pidatonya di forum internasional itu, ia diperkirakan akan mengangkat posisi Iran di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya, Israel.
Pezeshkian Akan Tegaskan Posisi Iran di Forum Internasional
Pezeshkian mengatakan Iran akan tampil dengan sikap tegas dalam pertemuan tingkat tinggi PBB. Menurutnya, rakyat Iran telah melewati berbagai tekanan dan kesulitan dengan tetap mempertahankan martabat serta kebanggaan nasional.
“Kami keluar dengan kepala tegak, dan ini adalah sumber martabat dan kebanggaan bagi kita semua. Oleh karena itu, kami akan dengan tegas membela posisi kami di forum internasional,” ujar Pezeshkian dalam konferensi pers tersebut.
Ia menilai SMU PBB menjadi kesempatan penting bagi Iran untuk menyampaikan pandangannya secara langsung kepada masyarakat internasional. Pemerintah Iran, kata dia, akan berupaya menjelaskan penderitaan yang dialami rakyatnya serta sikap negara tersebut dalam menghadapi tekanan dari pihak-pihak yang berseberangan.
Iran Klaim Tetap Teguh Menghadapi Tekanan
Dalam pernyataannya, Pezeshkian menegaskan bahwa berbagai perlakuan yang dianggap tidak adil tidak akan membuat rakyat Iran meninggalkan pendiriannya. Ia menyebut masyarakat Iran tetap berdiri teguh meskipun menghadapi situasi yang sulit.
“Kami akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menyampaikan penderitaan yang dialami Iran kepada masyarakat internasional. Kami akan dengan tegas menyampaikan kepada para pihak yang memusuhi kami bahwa, terlepas dari segala ketidakadilan dan perlakuan tidak adil yang kami hadapi, rakyat Iran tetap teguh mempertahankan pendirian mereka,” kata Pezeshkian.
Presiden Iran itu juga menekankan bahwa rakyatnya telah menghadapi kesulitan dengan rasa bangga. Ia menyatakan warga Iran akan terus membela negara dengan kekuatan dan kebanggaan yang mereka miliki.
Kritik terhadap Amerika Serikat
Selain membahas sikap Iran di forum internasional, Pezeshkian turut menyoroti tindakan Amerika Serikat setelah adanya gencatan senjata dan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU. Menurutnya, Washington tidak menghormati komitmen yang telah disepakati dalam proses negosiasi maupun perjanjian.
Pezeshkian menilai, terciptanya dunia yang aman dan damai membutuhkan penghormatan terhadap hak setiap bangsa dan individu. Ia menolak penggunaan kekerasan sebagai cara untuk memaksa suatu negara atau bangsa mengikuti kehendak pihak lain.
“Bangsa tak bisa dipaksa untuk tunduk melalui kekerasan,” ujar Pezeshkian.
Pernyataan tersebut menunjukkan kritik Iran terhadap pendekatan yang dinilai mengandalkan tekanan dan kekuatan. Pezeshkian berpendapat bahwa hubungan antarnegara semestinya dibangun melalui penghormatan terhadap hak serta komitmen yang telah disepakati.
Mempertanyakan Dalih Perang Melawan Terorisme
Dalam menanggapi perkembangan di Iran dan kawasan sekitarnya, Pezeshkian juga meminta agar setiap peristiwa dinilai berdasarkan realitas di lapangan. Ia menegaskan bahwa tidak semua tindakan dapat dibenarkan hanya dengan menggunakan alasan memerangi terorisme.
Ia mempertanyakan klaim dari pihak-pihak yang melakukan serangan terhadap warga sipil dan fasilitas umum. Menurut Pezeshkian, tindakan semacam itu perlu dilihat secara kritis, terutama ketika dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat serta fasilitas yang digunakan untuk kepentingan umum.
Sikap tersebut menjadi bagian dari pesan yang hendak dibawa Iran dalam pertemuan PBB. Pezeshkian berupaya menempatkan penderitaan rakyat Iran dan situasi kawasan sebagai isu yang perlu mendapat perhatian masyarakat internasional.
Kesimpulan
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan menyampaikan sikap tegas negaranya dalam Sidang Majelis Umum PBB. Ia berencana mengangkat penderitaan Iran, mempertahankan posisi negaranya, serta mengkritik Amerika Serikat yang dinilai tidak memenuhi komitmen dalam negosiasi dan perjanjian.
Pezeshkian juga menegaskan bahwa bangsa tidak boleh dipaksa tunduk melalui kekerasan. Ke depan, forum internasional tersebut akan menjadi ruang bagi Iran untuk menyampaikan pandangan mengenai konflik, perlakuan yang dianggap tidak adil, serta serangan terhadap warga sipil dan fasilitas umum. Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan bahwa Teheran masih berupaya mempertahankan sikapnya di tengah ketegangan yang berlangsung.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment