United Russia Menang Pemilu Legislatif Rusia, Putin Kembali Kuasai Mayoritas Duma

Partai yang dipimpin Presiden Rusia Vladimir Putin, United Russia, meraih kemenangan dalam pemilihan legislatif Rusia pada Senin (21/9). Hasil tersebut diumumkan ketika konflik Rusia-Ukraina masih berlangsung dan serangkaian serangan terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan penghitungan Komisi Pemilihan Pusat Rusia, suara yang telah masuk mencapai lebih dari 95 persen. Dari penghitungan sementara tersebut, United Russia memperoleh 57,83 persen suara. Perolehan itu menempatkan partai pimpinan Putin sebagai kekuatan politik utama dalam parlemen Rusia.

United Russia Diproyeksikan Kuasai Mayoritas Duma

Dengan hasil tersebut, United Russia diperkirakan mengamankan 355 dari total 450 kursi di Duma. Jumlah ini membuat partai tersebut kembali memegang posisi mayoritas di lembaga legislatif Rusia.

Kemenangan itu memperkuat dominasi politik United Russia di tengah situasi nasional yang masih diwarnai perang dengan Ukraina. Hasil pemilu juga menunjukkan bahwa partai tersebut tetap memperoleh dukungan besar berdasarkan penghitungan suara yang telah dilakukan hingga lebih dari 95 persen.

Penguasaan 355 kursi dari keseluruhan 450 kursi Duma memberikan posisi penting bagi United Russia dalam parlemen. Dengan mayoritas tersebut, partai Putin akan kembali menjadi kekuatan politik yang paling dominan di lembaga legislatif Rusia.

Pemilu Diikuti Warga di Wilayah Ukraina yang Dicapi Rusia

Pemilihan legislatif tersebut juga melibatkan warga di sejumlah wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia pada 2022. Wilayah yang dimaksud meliputi Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.

Proses pemungutan suara di kawasan tersebut diawasi secara langsung oleh tentara Rusia. Keterlibatan wilayah-wilayah itu menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan pemilu Rusia kali ini.

Ukraina Sebut Pemilu Ilegal

Pemerintah Ukraina mengecam pelaksanaan pemilu tersebut. Ukraina menyatakan bahwa kontestasi politik di wilayah yang disebut telah dicaplok Rusia, termasuk hasil pemilihannya, merupakan tindakan ilegal.

Pernyataan tersebut mencerminkan penolakan Ukraina terhadap pelaksanaan pemilu di Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Namun, pemungutan suara tetap dilaksanakan dengan pengawasan tentara Rusia.

Kemenangan Berlangsung di Tengah Serangan Drone

Kemenangan United Russia terjadi ketika perang Rusia-Ukraina masih berlangsung lebih dari empat tahun. Dalam beberapa waktu terakhir, pertempuran antara kedua pihak juga kembali membara.

Pada Minggu, Ukraina meluncurkan sekitar 1.600 drone ke wilayah Moskow. Serangan tersebut menimbulkan dampak berupa tiga orang tewas dan sebuah kilang minyak meledak.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan pasukan Rusia berhasil mencegah ribuan drone. Ia juga menuduh Ukraina sengaja melancarkan operasi tersebut untuk mengganggu pelaksanaan pemilu di Rusia.

“Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilu. Musuh gagal mencapainya,” kata Sobyanin.

Hasil Pemilu dan Situasi Konflik

Perolehan 57,83 persen suara menempatkan United Russia sebagai pemenang dalam pemilihan legislatif Rusia berdasarkan penghitungan sementara. Proyeksi 355 kursi dari total 450 kursi Duma juga memastikan partai tersebut kembali menjadi mayoritas.

Di sisi lain, pelaksanaan pemilu berlangsung dalam situasi yang penuh ketegangan. Serangan drone ke wilayah Moskow serta pernyataan saling tuding antara Rusia dan Ukraina menunjukkan bahwa konflik masih menjadi latar belakang utama dalam perkembangan politik Rusia.

Ke depan, United Russia akan menjalankan kembali perannya sebagai partai mayoritas di Duma. Sementara itu, kontroversi terkait pemungutan suara di wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia diperkirakan tetap menjadi bagian dari perdebatan antara Rusia dan Ukraina.

Kesimpulan

United Russia, partai yang dipimpin Vladimir Putin, memenangkan pemilihan legislatif Rusia dengan perolehan 57,83 persen suara berdasarkan penghitungan lebih dari 95 persen. Partai tersebut diproyeksikan mendapatkan 355 kursi dari 450 kursi Duma dan kembali menguasai mayoritas parlemen.

Pemilu ini juga mencakup Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia, yang oleh Rusia disebut sebagai wilayahnya setelah pencaplokan pada 2022. Ukraina menolak proses tersebut dan menyebut pemilu beserta hasilnya ilegal. Kemenangan United Russia terjadi ketika perang Rusia-Ukraina masih berlanjut dan serangan drone terhadap Moskow menambah ketegangan di tengah proses politik Rusia.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment