Rekor Unik MotoGP Mandalika: Belum Ada Juara yang Berulang Dua Musim Beruntun
MotoGP Mandalika di Sirkuit Pertamina Mandalika menyimpan catatan menarik sejak pertama kali digelar pada 2022. Dalam empat edisi yang telah berlangsung, belum ada satu pun pembalap yang mampu meraih kemenangan secara beruntun. Rekor tersebut terjadi di kelas MotoGP, Moto2, dan Moto3.
Di kelas utama, empat pembalap berbeda berhasil menjadi pemenang sejak balapan Mandalika digelar. Miguel Oliveira keluar sebagai juara pada 2022, kemudian disusul Francesco “Pecco” Bagnaia pada 2023. Jorge Martin memenangkan balapan pada 2024, sebelum Fermin Aldeguer menjadi pembalap tercepat pada 2025.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa MotoGP Mandalika selalu menghadirkan pemenang baru dari tahun ke tahun. Tidak ada pembalap yang berhasil mempertahankan gelarnya pada musim berikutnya. Situasi unik ini berpeluang kembali terjadi pada gelaran MotoGP Mandalika tahun ini.
Belum Ada Juara Beruntun di Kelas MotoGP
Sejak 2022, daftar pemenang MotoGP Mandalika terus berganti. Miguel Oliveira menjadi pembalap pertama yang mencatatkan namanya sebagai pemenang di Sirkuit Pertamina Mandalika. Setahun kemudian, giliran Pecco Bagnaia yang merebut kemenangan.
Pada 2024, Jorge Martin melanjutkan tren hadirnya juara baru. Sementara itu, Fermin Aldeguer menjadi pemenang pada edisi 2025. Dengan demikian, belum ada pembalap yang mampu naik podium teratas dalam dua musim berturut-turut di kelas MotoGP Mandalika.
Catatan tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri dari balapan di Mandalika. Persaingan yang berlangsung setiap musim selalu menghasilkan pemenang berbeda. Konsistensi untuk kembali menjadi juara pada tahun berikutnya pun menjadi tantangan besar bagi setiap pembalap.
Peluang Fermin Aldeguer Mempertahankan Gelar
Fermin Aldeguer sebenarnya memiliki peluang untuk memutus rekor tersebut setelah memenangkan MotoGP Mandalika pada 2025. Namun, performanya pada musim ini dinilai belum terlalu mengilap. Catatan terbaik Aldeguer sejauh ini adalah finis sebagai runner-up di MotoGP Catalunya.
Hasil tersebut membuat peluang Aldeguer untuk kembali menjadi juara di Mandalika menjadi lebih sulit. Ia harus menghadapi persaingan ketat sekaligus menemukan kembali performa terbaiknya jika ingin mempertahankan kemenangan yang diraihnya pada musim sebelumnya.
Jika Aldeguer gagal mengulang kemenangan, maka tradisi juara baru di MotoGP Mandalika kemungkinan besar akan terus berlanjut. Artinya, balapan tahun ini kembali berpotensi menghadirkan nama berbeda di posisi teratas.
Tren Serupa Terjadi di Moto2 dan Moto3
Fenomena tidak adanya juara beruntun ternyata tidak hanya terjadi di kelas MotoGP. Kelas Moto2 dan Moto3 juga memiliki catatan serupa sejak balapan Mandalika mulai digelar pada 2022.
Daftar Juara Moto3
Di kelas Moto3, Dennis Foggia menjadi pemenang pada 2022. Setahun kemudian, gelar juara diraih Diogo Moreira. David Alonso kemudian menjadi pemenang pada 2024, sebelum Jose Antonio Rueda menutup daftar juara pada 2025.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa tidak ada pembalap Moto3 yang mampu memenangi MotoGP Mandalika dalam dua musim secara beruntun. Setiap edisi menghadirkan pemenang berbeda, sama seperti yang terjadi di kelas utama.
Daftar Juara Moto2
Sementara itu, kelas Moto2 juga mencatat pergantian juara setiap musim. Somkiat Chantra memenangkan balapan pada 2022, lalu Pedro Acosta menjadi juara pada 2023. Aron Canet kemudian merebut kemenangan pada 2024, sedangkan Diogo Moreira menjadi pemenang pada 2025.
Dari seluruh daftar pemenang di tiga kelas tersebut, hanya Diogo Moreira yang tercatat pernah dua kali menjadi juara di Mandalika. Namun, dua kemenangan itu diraih di kelas berbeda dan tidak terjadi dalam dua musim beruntun. Moreira memenangkan Moto3 pada 2023 dan Moto2 pada 2025.
Kesimpulan
MotoGP Mandalika memiliki rekor unik karena belum pernah menghadirkan juara yang mampu memenangkan balapan dalam dua musim berturut-turut. Di kelas MotoGP, Miguel Oliveira, Pecco Bagnaia, Jorge Martin, dan Fermin Aldeguer menjadi pemenang pada empat edisi terakhir.
Dengan performa Aldeguer yang belum terlalu menonjol pada musim ini, peluang munculnya juara baru kembali terbuka. Tren serupa juga terlihat di kelas Moto2 dan Moto3. Karena itu, MotoGP Mandalika tahun ini berpotensi kembali memperpanjang tradisi pergantian juara yang telah berlangsung sejak 2022.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment