HP Overheat hingga Mengeluarkan Asap: Penyebab, Tanda Bahaya, dan Cara Mencegahnya
Kasus telepon seluler atau HP mengalami panas berlebih hingga mengeluarkan asap dapat menimbulkan kepanikan. Kondisi tersebut bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kerusakan fisik pada baterai, paparan suhu tinggi, gangguan saat pengisian daya, hingga penurunan kualitas komponen akibat usia pemakaian.
Peristiwa serupa terjadi di gerbong khusus wanita KRL yang berhenti di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis pagi (17/9). Kepanikan muncul setelah asap terlihat berasal dari dalam tas seorang penumpang.
Polisi memastikan peristiwa tersebut bukan ledakan. Asap disebut berasal dari dua unit telepon seluler yang berada di dalam tas dan mengalami gesekan hingga terbakar. “Tidak ada ledakan. Hanya keluar asap dari tas penumpang perempuan,” kata Binmas Rawa Buntu Polsek Serpong Aipda Herry.
Penyebab HP Mengalami Overheat
Menurut PCMag, kasus ponsel terbakar atau meledak hampir selalu berkaitan dengan baterai. Smartphone modern umumnya menggunakan baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang. Baterai ini bekerja dengan menjaga keseimbangan antara elektroda positif dan negatif.
Apabila terjadi gangguan pada bagian internal baterai, komponen di dalamnya dapat mengalami kerusakan. Gangguan tersebut kemudian bisa memicu reaksi yang menghasilkan panas berlebih. Salah satu faktor yang paling umum adalah paparan suhu yang terlalu tinggi.
Beban kerja perangkat dan pengisian daya
Baterai yang sedang diisi daya dapat mengalami peningkatan suhu. Hal serupa juga bisa terjadi ketika prosesor bekerja terlalu berat dalam waktu tertentu. Kenaikan suhu yang berlangsung cepat berpotensi memengaruhi komposisi kimia di dalam baterai.
Kondisi tersebut dapat memicu reaksi berantai yang disebut thermal runaway. Dalam keadaan ini, baterai terus menghasilkan panas. Jika tidak segera ditangani, panas tersebut dapat menyebabkan baterai terbakar atau bahkan meledak.
Kerusakan fisik dan faktor usia
PCMag menyebut kerusakan fisik sebagai salah satu penyebab yang dapat mengganggu bagian dalam baterai. Ponsel yang terjatuh atau tertekuk secara berlebihan berisiko mengalami kerusakan pada komponen baterainya.
Selain itu, paparan sinar matahari dalam waktu lama juga dapat meningkatkan suhu perangkat. Malware yang membuat CPU terus bekerja berat serta masalah saat pengisian daya juga berpotensi menyebabkan korsleting di dalam ponsel.
Usia perangkat turut memengaruhi kondisi baterai. Seiring waktu, baterai mengalami degradasi. Pada ponsel yang telah digunakan selama bertahun-tahun, kualitas komponen internal dapat menurun dan memicu baterai membengkak atau menjadi terlalu panas. Dalam sejumlah kasus, gangguan juga dapat berasal dari proses produksi perangkat.
Bagaimana Baterai Bisa Mengeluarkan Asap?
Dikutip dari iFixit, baterai lithium-polymer atau li-po terdiri atas katoda, separator, dan anoda. Separator berfungsi mencegah katoda dan anoda bersentuhan secara langsung.
Ketika separator mengalami kerusakan, misalnya karena baterai tertusuk atau terkena benturan fisik, korsleting internal dapat terjadi. Energi yang tersimpan dalam baterai kemudian mengalir melalui titik korsleting dan membuat area tersebut menjadi sangat panas.
Panas tersebut dapat menguapkan elektrolit di sekitar titik korsleting menjadi gas. Gas itu kemudian bercampur dengan pelarut yang mudah terbakar. Apabila suhu mencapai titik nyala, gas dapat terbakar dan memicu thermal runaway.
Proses inilah yang dapat menyebabkan baterai membengkak, mengeluarkan asap, terbakar, dan dalam kondisi tertentu meledak. Menurut iFixit, sumber utama kebakaran bukan semata-mata karena kandungan lithium bereaksi dengan udara atau kelembapan, melainkan karena pelarut dalam elektrolit mudah terbakar saat terkena panas tinggi.
Tanda-Tanda Baterai HP Bermasalah
Pengguna perlu memperhatikan sejumlah tanda yang dapat mengindikasikan adanya masalah pada baterai. Beberapa di antaranya adalah suara mendesis atau letupan kecil dari perangkat, bau plastik atau bahan kimia terbakar, serta panas yang terasa tidak normal.
Jika HP terasa sangat panas ketika sedang diisi daya, PCMag menyarankan pengguna segera mencabut charger. Perubahan bentuk fisik perangkat juga patut diwaspadai. Layar yang terangkat, celah bodi yang melebar, atau bagian belakang ponsel yang menggembung dapat menjadi tanda baterai mengalami kerusakan.
Apabila tanda-tanda tersebut ditemukan, perangkat sebaiknya segera dimatikan dan dibawa ke pusat servis. Penanganan oleh teknisi diperlukan agar kondisi baterai dapat diperiksa dengan tepat.
Cara Menjaga Kondisi Baterai HP
Pengguna dapat melakukan beberapa langkah untuk membantu menjaga kondisi baterai. PCMag menyarankan agar ponsel tidak dibiarkan berada di lingkungan dengan suhu ekstrem.
Selain itu, HP sebaiknya tidak ditutupi ketika sedang diisi daya. Perangkat juga dianjurkan diletakkan di atas permukaan yang keras dan datar selama proses pengisian berlangsung.
Pengguna perlu memakai charger dan kabel yang sesuai. Kabel yang rusak atau terkelupas sebaiknya tidak digunakan karena dapat menimbulkan masalah saat pengisian daya.
Untuk pemakaian sehari-hari, pengguna juga direkomendasikan menjaga tingkat daya baterai di kisaran 30 hingga 80 persen apabila memungkinkan. Langkah tersebut dapat membantu menjaga kondisi baterai agar tetap lebih terawat.
Kesimpulan
HP yang mengalami overheat dan mengeluarkan asap umumnya berkaitan dengan gangguan pada baterai. Kerusakan fisik, panas berlebih, beban kerja prosesor, masalah pengisian daya, usia baterai, hingga kemungkinan gangguan produksi dapat menjadi pemicunya.
Pengguna perlu mengenali tanda-tanda seperti panas tidak normal, bau terbakar, suara mendesis, atau perubahan bentuk bodi. Dengan menghentikan pengisian daya ketika perangkat terlalu panas, menggunakan aksesori yang sesuai, serta segera membawa HP bermasalah ke pusat servis, risiko kerusakan yang lebih serius dapat diminimalkan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment