Komisi I DPR Uji Kelayakan 25 Calon Dubes RI, Ini Daftar Nama dan Negara Penugasannya

Komisi I DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon duta besar luar biasa dan berkuasa penuh Republik Indonesia. Sebanyak 25 calon disebut mengikuti proses tersebut untuk penempatan di berbagai negara sahabat serta organisasi internasional.

Pelaksanaan uji kelayakan ini didasarkan pada Surat Presiden (Surpres) Nomor R39 tertanggal 10 Agustus 2026. Proses tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21-23 September. Sebelumnya, isi Surpres telah dibacakan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/9).

Komisi I DPR Cermati Rekam Jejak Calon Dubes

Dalam rapat paripurna tersebut, Dasco menyampaikan bahwa pimpinan DPR telah menerima surat dari Presiden RI mengenai permohonan pertimbangan atas calon duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk negara-negara sahabat serta organisasi internasional.

“Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI Nomor R39 10 Agustus 2026 hal permohonan pertimbangan bagi calon duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk negara-negara sahabat dan organisasi internasional,” ujar Dasco.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, mengatakan pihaknya akan melakukan penilaian secara cermat terhadap para calon duta besar. Penilaian tersebut mencakup rekam jejak, kapasitas, integritas, serta pemahaman calon terhadap arah politik luar negeri Indonesia.

Menurut Dave, duta besar merupakan representasi atau wajah Indonesia di luar negeri. Karena itu, proses seleksi perlu dilakukan secara menyeluruh agar calon yang dipilih mampu menjalankan tugas diplomasi secara efektif.

“Karena itu, Komisi I DPR RI akan mencermati rekam jejak, kapasitas, integritas, serta pemahaman para calon terhadap arah politik luar negeri Indonesia,” kata Dave.

Daftar Calon Duta Besar RI

Berikut daftar nama calon duta besar RI untuk negara sahabat dan organisasi internasional sebagaimana tercantum dalam informasi yang tersedia:

Calon Dubes untuk Negara Sahabat dan Organisasi Internasional

  1. Irawan Ronodipuro untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, berkedudukan di Beijing.
  2. Baringin M.H. Panggabean untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan IMO, berkedudukan di London.
  3. Desra Percaya untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan, berkedudukan di New Delhi.
  4. Iwan Freddy Hari Susanto untuk Kerajaan Hasyimiyah Yordania, berkedudukan di Amman.
  5. R. Heru Hartanto Subolo untuk Republik Yunani, berkedudukan di Athena.
  6. Azis Nurwahyudi untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda serta Federasi Saint Kitts dan Nevis, berkedudukan di Bogota.
  7. Sigit Suryantoro Widiyanto untuk Republik Demokratik Timor Leste, berkedudukan di Dili.
  8. Albert Abdi untuk Republik Tanzania, berkedudukan di Dar Es Salam.
  9. R. Sigit Witjaksono untuk Republik Sudan, berkedudukan di Khartoum.
  10. Darianto Harsono untuk Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka merangkap Republik Maladewa, berkedudukan di Kolombo.
  11. Winanto Adi untuk Kuwait, berkedudukan di Kuwait City.
  12. Epiphania Riris Wusananingdyah untuk Republik Peru merangkap Republik Plurinasional Bolivia, berkedudukan di Lima.
  13. Tri Tharyat untuk Kerajaan Spanyol, berkedudukan di Madrid.
  14. Josef A. Nae Soi untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau, berkedudukan di Manila.
  15. Bagus Hendraning Kobarsyih untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, berkedudukan di Astana.
  16. Achsanul Habib untuk Kerajaan Kamboja, berkedudukan di Phnom Penh.
  17. Wahyuni Refi Satya Bekti untuk Kerajaan Bahrain, berkedudukan di Manama.
  18. Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake untuk Republik Afrika Selatan merangkap Republik Botswana.
  19. Lintang Total Paramitasari Parnohadiningrat untuk ASEAN, berkedudukan di Jakarta.
  20. Zaim Al Khalis Nasution untuk Republik Islam Iran, berkedudukan di Tehran.
  21. Ratieh Sanggarwaty untuk Republik Tunisia, berkedudukan di Tunis.
  22. Mohammad Iskandarsyah Derry Aman untuk Republik Polandia, berkedudukan di Warsawa.
  23. Dindin Wahyudin untuk Selandia Baru, berkedudukan di Wellington.
  24. Dewi Justicia Meidiwaty untuk Republik Demokratik Rakyat Laos, berkedudukan di Vientianne.
  25. Yulastiawarman untuk Republik Kroasia, berkedudukan di Zagreb.

Menanti Hasil Pertimbangan DPR

Uji kelayakan dan kepatutan menjadi tahapan penting sebelum para calon duta besar menjalankan penugasan diplomatik. Melalui proses tersebut, Komisi I DPR akan menilai kesesuaian calon dengan kebutuhan hubungan luar negeri Indonesia serta kemampuan mereka dalam mewakili kepentingan nasional.

Setelah seluruh tahapan selesai, hasil pertimbangan DPR akan menjadi bagian dari proses penetapan duta besar untuk negara-negara sahabat dan organisasi internasional. Para calon yang dinilai memenuhi kriteria diharapkan dapat memperkuat diplomasi Indonesia di berbagai kawasan.

Dengan demikian, perhatian Komisi I DPR tidak hanya tertuju pada pengalaman para calon, tetapi juga pada integritas dan pemahaman mereka terhadap kebijakan luar negeri Indonesia. Hasil proses tersebut akan menentukan figur-figur yang dipercaya membawa wajah Indonesia dalam hubungan internasional ke depan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment