Prabowo Minta Bea Cukai Perketat Perbatasan dan Pesisir Cegah Penyelundupan

Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama mengungkap arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9). Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta Bea Cukai memperketat pengawasan di wilayah perbatasan dan pesisir guna mencegah masuknya barang-barang ilegal atau terlarang.

Djaka menyampaikan bahwa arahan tersebut menjadi perhatian utama Bea Cukai. Penguatan pengawasan akan dilakukan di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki peran penting dalam mencegah aktivitas penyelundupan, termasuk kawasan laut di sepanjang Selat Malaka.

Prabowo Minta Pengawasan Perbatasan Diperketat

Djaka mengatakan dirinya dipanggil untuk menerima arahan Presiden terkait pengamanan wilayah perbatasan dan pesisir. Menurut dia, Prabowo meminta Bea Cukai meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyelundupan barang ilegal.

“Dipanggil disuruh memperketat perbatasan dan wilayah pesisir,” ujar Djaka di Istana Kepresidenan Jakarta.

Instruksi tersebut mencakup pengawasan terhadap barang-barang yang dilarang beredar maupun masuk ke wilayah Indonesia. Bea Cukai diminta memastikan jalur perbatasan tidak dimanfaatkan untuk membawa barang terlarang.

Narkoba dan Balpres Menjadi Perhatian

Djaka menyebut narkoba dan balpres sebagai contoh barang yang menjadi perhatian dalam penguatan pengawasan tersebut. Selain itu, Bea Cukai juga akan mengantisipasi berbagai barang lain yang masuk dalam kategori ilegal atau terlarang.

“Ya narkoba, balpres, dan sebagainya yang bentuknya terlarang ya,” kata Djaka.

Pengawasan di kawasan perbatasan dan pesisir dinilai penting karena wilayah tersebut menjadi jalur yang harus diawasi secara intensif. Melalui pengetatan pengawasan, Bea Cukai akan menindaklanjuti arahan Presiden untuk mencegah penyelundupan barang-barang yang tidak diperbolehkan.

Personel Bea Cukai Akan Diperkuat

Untuk menjalankan instruksi tersebut, Djaka menyatakan Bea Cukai akan memperkuat personel di wilayah-wilayah perbatasan. Penguatan itu menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk meningkatkan pengawasan di lapangan.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah kawasan laut di sepanjang Selat Malaka. Bea Cukai memiliki pangkalan sarana operasi di wilayah tersebut yang akan dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kegiatan pengawasan.

Djaka menjelaskan bahwa Bea Cukai memiliki sejumlah kapal operasional yang dapat diberdayakan untuk memperkuat pengawasan di sepanjang Selat Malaka.

“Di sepanjang laut Selat Malaka kan kita ada pangkalan sarana operasi kan, di situ kita ada beberapa, ada sekitar hampir seratus lebih kapal ya, nanti kita akan, akan berdayakan semua,” ujar Djaka.

Selat Malaka Jadi Wilayah Penguatan Operasi

Pemberdayaan kapal-kapal operasional tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Bea Cukai atas arahan Presiden. Dengan dukungan personel dan sarana operasi, pengawasan di sepanjang Selat Malaka akan diperkuat untuk mengantisipasi penyelundupan.

Bea Cukai akan mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia di wilayah tersebut. Penebalan personel juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan pengawasan di kawasan perbatasan dan pesisir secara lebih intensif.

Djaka Bertemu Prabowo di Istana

Djaka menemui Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa sore (22/9). Berdasarkan pantauan di lokasi, Direktur Jenderal Bea Cukai tersebut tiba menjelang pukul 15.45 WIB.

Djaka datang dengan mengenakan seragam Bea Cukai. Dalam pertemuan itu, ia menerima arahan Presiden mengenai pentingnya memperketat pengawasan perbatasan dan wilayah pesisir dari masuknya barang-barang ilegal atau terlarang.

Kesimpulan

Presiden Prabowo Subianto meminta Bea Cukai memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan dan pesisir untuk mencegah penyelundupan, termasuk narkoba, balpres, serta barang lain yang dilarang. Menindaklanjuti arahan tersebut, Bea Cukai akan memperkuat personel dan mengoptimalkan sarana operasi yang tersedia.

Kawasan laut di sepanjang Selat Malaka menjadi salah satu fokus penguatan pengawasan. Bea Cukai menyatakan akan memberdayakan lebih dari seratus kapal yang berada di pangkalan sarana operasi di wilayah tersebut. Langkah berikutnya diharapkan dapat memperkuat pengawasan perbatasan dan mencegah masuknya barang-barang ilegal ke Indonesia.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment