PNM Hadirkan Dukungan Psikologis bagi Karyawan dan Nasabah Terdampak Gempa Flores
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melalui PNM Peduli menghadirkan dukungan psikologis dan trauma healing bagi karyawan serta nasabah yang terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Program pendampingan ini menyasar wilayah Ruteng, Reok, dan Soa sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat dan insan PNM melewati masa pemulihan pascabencana.
Dukungan tersebut tidak hanya berfokus pada pemulihan kondisi emosional, tetapi juga mendorong karyawan dan nasabah agar kembali memiliki kepercayaan diri untuk menjalani aktivitas sehari-hari serta melanjutkan usaha. Pendampingan dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan karyawan unit terdampak dan nasabah PNM.
Pendampingan Psikologis bagi Karyawan Terdampak Gempa
Sekitar 250 karyawan unit terdampak mengikuti pendampingan psikologis yang diberikan PNM. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai sejumlah teknik sederhana untuk mengelola kondisi emosional setelah menghadapi bencana.
Materi yang disampaikan mencakup teknik pengaturan napas, latihan fokus dengan mengenali lima benda di sekitar, serta teknik butterfly hug. Berbagai metode tersebut diperkenalkan sebagai cara untuk membantu peserta menenangkan diri secara mandiri ketika menghadapi tekanan atau kecemasan.
Teknik Butterfly Hug Membantu Menenangkan Diri
Salah satu karyawan unit terdampak, Fitri, mengaku teknik butterfly hug menjadi bagian yang paling berkesan baginya. Menurutnya, teknik tersebut memberikan rasa lega karena peserta diajarkan cara menenangkan diri tanpa harus selalu menunggu bantuan dari orang lain.
“Yang paling berkesan itu butterfly hug. Rasanya lega sekali, karena kami diajarkan cara menenangkan diri sendiri tanpa harus menunggu orang lain,” ujar Fitri.
Selain butterfly hug, Fitri juga memanfaatkan teknik pengaturan napas yang dipelajarinya dalam berinteraksi dengan nasabah. Ia menggunakan teknik tersebut ketika menghadapi nasabah yang kondisi emosinya masih belum stabil setelah gempa.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa pendampingan psikologis tidak hanya memberikan manfaat bagi karyawan secara pribadi. Pengetahuan yang diperoleh juga dapat digunakan untuk membantu karyawan mendampingi nasabah yang sedang berada dalam proses pemulihan emosional pascabencana.
Trauma Healing “Bangkit Berusaha” untuk Nasabah
Dukungan serupa diberikan kepada lebih dari 700 nasabah PNM melalui kegiatan trauma healing bertajuk “Bangkit Berusaha”. Kegiatan ini dikemas secara interaktif dengan mengajak nasabah berbagi cerita mengenai pengalaman yang dihadapi setelah gempa.
Melalui pendampingan tersebut, nasabah didorong untuk membangun kembali kepercayaan diri. Pemulihan psikologis dipandang penting agar nasabah dapat menumbuhkan kembali semangat untuk melanjutkan usaha dan menjalankan tanggung jawab bagi keluarga.
Psikolog yang mendampingi kegiatan, Christin Florentin Meinarty Bebok, menyampaikan bahwa PNM ingin memastikan para nasabah mengetahui bahwa mereka tidak menghadapi situasi sulit tersebut seorang diri.
“Kami ingin nasabah tahu bahwa mereka tidak sendiri. PNM akan terus mendampingi dan berjalan bersama nasabah dalam proses pemulihan, agar tumbuh kembali semangat untuk bangkit, berkarya, dan melanjutkan usaha demi keluarga,” kata Christin.
Kolaborasi PNM Peduli dan Program PELITA
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Kindaris, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kehadiran PNM bagi karyawan dan nasabah yang terdampak gempa NTT. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi PNM Peduli dengan program PELITA yang menjangkau karyawan dan nasabah dalam satu rangkaian pendampingan pascabencana.
Kindaris menegaskan bahwa karyawan dan nasabah terdampak merupakan bagian dari keluarga besar PNM. Karena itu, PNM tidak ingin mereka menghadapi kondisi pascabencana tanpa pendampingan.
“Karyawan dan nasabah yang terdampak adalah bagian dari keluarga besar PNM. Kami tidak ingin mereka menghadapi kondisi ini sendirian,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9).
Ia juga menyampaikan bahwa PNM berpegang pada prinsip “Jaga Diri, Jaga Kawan, Jaga PNM”. Prinsip tersebut menekankan pentingnya menjaga sesama insan PNM karena upaya menjaga karyawan dan nasabah pada dasarnya merupakan bagian dari menjaga PNM secara keseluruhan.
Komitmen Pemulihan Pascabencana
Dukungan psikologis dan trauma healing bagi ratusan karyawan serta nasabah di Ruteng, Reok, dan Soa menjadi bagian dari komitmen PNM dalam mendampingi proses pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.
Program ini juga sejalan dengan nilai PELITA, yaitu Peduli, Empati, Loyalitas, Inspirasi, Tumbuh, dan Aman. Nilai tersebut tercermin melalui kehadiran PNM dalam memberikan ruang bagi karyawan dan nasabah untuk memulihkan kondisi emosional, membangun kembali keyakinan diri, serta menata semangat untuk bangkit.
Kesimpulan
PNM melalui PNM Peduli memberikan dukungan psikologis kepada sekitar 250 karyawan dan lebih dari 700 nasabah terdampak gempa di Flores, NTT. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan pengelolaan emosi bagi karyawan serta trauma healing “Bangkit Berusaha” bagi nasabah.
Ke depan, komitmen pendampingan pascabencana menjadi bagian penting dari upaya PNM untuk terus hadir bersama karyawan dan nasabah. Dengan semangat PELITA serta prinsip “Jaga Diri, Jaga Kawan, Jaga PNM”, proses pemulihan diharapkan dapat terus berjalan dan mendorong karyawan maupun nasabah untuk kembali bangkit, berkarya, dan melanjutkan usaha.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment