Jay Idzes Absen di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Sebut Kerugian Besar bagi Indonesia

Timnas Indonesia dipastikan tidak dapat diperkuat kaptennya, Jay Idzes, pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Bek yang saat ini memperkuat Sassuolo tersebut harus menepi setelah mengalami cedera paha ketika tampil di kompetisi Serie A.

Absennya Jay Idzes menjadi perhatian media Vietnam. Soha menilai kehilangan pemain berusia 26 tahun itu dapat memberikan dampak besar terhadap kekuatan lini belakang Skuad Garuda, terutama karena Indonesia memiliki ambisi untuk meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Jay Idzes Mengalami Cedera Paha

Jay Idzes mengalami masalah pada bagian paha ketika Sassuolo menghadapi Juventus pada pekan keempat Serie A akhir pekan lalu. Berdasarkan laporan Soha, bek tengah tersebut mengalami robekan tingkat sedang pada otot paha depan sebelah kiri.

Cedera itu membuat Jay Idzes diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan sekitar satu bulan. Selama menjalani proses perawatan, ia harus tetap berada di Sassuolo dan tidak dapat bergabung dengan Timnas Indonesia untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026.

Kondisi tersebut menjadi kabar kurang menguntungkan bagi Indonesia. Pasalnya, Jay Idzes bukan hanya berperan sebagai pemain bertahan, tetapi juga dipercaya memimpin tim sebagai kapten. Kehadirannya selama ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga organisasi pertahanan Skuad Garuda.

Media Vietnam Soroti Peran Penting Jay Idzes

Soha menilai absennya Jay Idzes merupakan kerugian besar bagi Timnas Indonesia. Media Vietnam tersebut menyoroti status sang pemain sebagai salah satu figur utama di lini belakang, baik dari sisi teknis maupun mental.

“Absennya Jay Idzes merupakan pukulan besar bagi tim Indonesia. Bek tengah yang memiliki nilai pasar 14 juta euro ini merupakan pemain kunci bagi tim nasional Indonesia, baik dari segi teknis maupun mental,” tulis Soha.

Jay Idzes diketahui memiliki nilai pasar sekitar 14 juta euro atau lebih dari Rp400 miliar. Nilai tersebut turut menunjukkan posisi pentingnya dalam skuad, meskipun kontribusinya bagi tim nasional tidak hanya diukur melalui aspek finansial.

Rekam Jejak sebagai Pemain Utama

Di level internasional, Jay Idzes selalu tampil sebagai starter dalam seluruh pertandingan putaran ketiga dan keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Konsistensi tersebut memperlihatkan betapa pentingnya peran sang bek dalam pilihan utama tim.

Sebelum mengalami cedera, Jay Idzes juga menjadi starter dalam tiga pertandingan awal Sassuolo di Serie A 2026/2027. Dalam tiga laga tersebut, Sassuolo tercatat belum mengalami kekalahan. Catatan itu semakin memperkuat gambaran mengenai konsistensi sang pemain di level klub.

John Herdman Harus Menyiapkan Alternatif

Absennya Jay Idzes membuat pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, harus menyiapkan alternatif di sektor pertahanan. Perubahan komposisi kemungkinan diperlukan karena Indonesia kehilangan pemain yang rutin tampil sebagai starter sekaligus pemimpin di dalam tim.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Herdman menjelang dimulainya FIFA ASEAN Cup 2026. Lini belakang Indonesia harus beradaptasi tanpa kehadiran kaptennya. Selain kemampuan teknis, tim juga perlu mengantisipasi dampak mental yang mungkin muncul akibat absennya salah satu pemain penting.

Indonesia tergabung di Grup A Liga Premier FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Skuad Garuda dijadwalkan melakoni pertandingan pertama dengan menghadapi Singapura pada 25 September pukul 20.00 WIB.

Kesimpulan

Absennya Jay Idzes menjadi kehilangan besar bagi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Cedera paha yang dialaminya membuat sang kapten harus menjalani pemulihan di Sassuolo selama sekitar satu bulan dan tidak dapat memperkuat Skuad Garuda.

Sorotan dari media Vietnam menunjukkan besarnya peran Jay Idzes bagi Indonesia, baik dalam hal pertahanan maupun kepemimpinan. Dengan turnamen yang segera dimulai, John Herdman perlu menemukan komposisi terbaik untuk menggantikan peran sang bek. Performa para pemain bertahan lainnya akan menjadi salah satu faktor penting dalam upaya Indonesia menghadapi persaingan di Grup A.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment