BMKG Prediksi Musim Hujan Indonesia Dimulai November, Puncaknya Desember hingga Februari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November. Adapun puncak musim hujan diperkirakan berlangsung secara bertahap mulai Desember hingga Februari.

BMKG mengingatkan bahwa awal musim hujan di Indonesia tidak terjadi secara serentak. Sejumlah wilayah akan lebih dahulu mengalami perubahan musim, sementara daerah lainnya baru memasuki musim hujan pada bulan berikutnya. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu mencermati informasi cuaca dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologis.

Awal Musim Hujan Tidak Terjadi Bersamaan

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengawali musim hujan pada November dan Desember. Berdasarkan prediksi BMKG, sebanyak 185 zona musim atau ZOM akan mulai mengalami musim hujan pada November.

Sementara itu, sebanyak 266 ZOM diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Desember. Perbedaan waktu tersebut menunjukkan bahwa awal musim hujan di Indonesia berlangsung secara bertahap dan tidak bersamaan di seluruh wilayah.

Meski demikian, Ardhasena menyebut jarak antara awal masuknya musim hujan dan periode puncak musim hujan secara umum berlangsung berdekatan. Artinya, beberapa wilayah dapat menghadapi peningkatan curah hujan dalam waktu relatif singkat setelah musim hujan dimulai.

Perkiraan Puncak Musim Hujan

BMKG memperkirakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi mulai Desember hingga Februari. Distribusi wilayah yang mengalami puncak hujan tersebut berbeda-beda pada setiap bulan.

Desember

Puncak musim hujan pada Desember diperkirakan terjadi di 155 ZOM. Wilayah tersebut mencakup sekitar 36,94 persen dari luas daratan Indonesia. Desember menjadi salah satu periode penting yang perlu diwaspadai karena mencakup bagian terbesar dari wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan.

Januari

Pada Januari, puncak musim hujan diperkirakan berlangsung di 162 ZOM atau sekitar 25,68 persen luas daratan Indonesia. Masyarakat di wilayah yang memasuki periode puncak hujan pada bulan ini perlu memperhatikan potensi peningkatan curah hujan serta dampak yang mungkin ditimbulkannya.

Februari

Sementara itu, sebanyak 190 ZOM diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Februari. Area tersebut mencakup sekitar 16,79 persen luas daratan Indonesia. Dengan demikian, puncak musim hujan masih berlanjut hingga Februari meskipun periode awalnya telah dimulai sejak November atau Desember.

Waspada Banjir dan Longsor

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan lonjakan curah hujan pada periode puncak musim hujan berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologis. Banjir dan longsor menjadi dampak lanjutan yang perlu diantisipasi bersama.

Menurut Ardhasena, masyarakat perlu mewaspadai peningkatan curah hujan yang terjadi selama musim hujan tahun ini. Intensitas hujan yang tinggi dalam waktu tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana, terutama di wilayah yang memiliki kerawanan historis.

BMKG mengimbau agar sistem drainase dioptimalkan untuk menghadapi peningkatan debit air. Selain itu, kesiapan evakuasi juga perlu diperhatikan sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap kemungkinan banjir dan longsor, baik pada awal maupun saat puncak musim hujan.

Wilayah yang Perlu Meningkatkan Kewaspadaan

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyebut sejumlah wilayah yang secara historis rawan mengalami bencana pada musim hujan. Wilayah tersebut meliputi Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua, serta sebagian Maluku.

Andri menjelaskan bahwa periode musim hujan kali ini diperkirakan berlangsung pendek, tetapi curah hujannya umumnya lebih besar dan berada dalam kondisi normal. Karena itu, hujan dapat turun dengan intensitas tinggi pada bulan-bulan tertentu, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

Kesimpulan

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mulai mengalami musim hujan pada November, sementara wilayah lainnya menyusul pada Desember. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi secara bertahap pada Desember, Januari, dan Februari.

Dengan adanya potensi peningkatan curah hujan, masyarakat dan pemerintah daerah perlu memperkuat kesiapan menghadapi banjir serta longsor. Optimalisasi drainase dan penyusunan kesiapan evakuasi menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak bencana selama awal hingga puncak musim hujan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment